top of page

Penyebab Lain Keruntuhan Majapahit

Majapahit runtuh bukan hanya karena serangan kerajaan Islam Demak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Kedaton di Trowulan, situs kota Majapahit, di Mojokerto, Jawa Timur. (indonesia-tourism.com).

13 Jul 2017
2 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

KEGEMILANGAN Majapahit ditutup dengan rentetan peristiwa berdarah. Situs kota Majapahit di Trowulan, dulunya pernah ditinggalkan penduduknya karena perebutan kekuasaan menjelang runtuhnya kerajaan itu.


“Semacam bedol desa memang benar, bahwa memang perebutan kekuasaan di Jawa selalu berdarah-darah. Jadi, kalau satu kedaton ditundukan, itu hancur habis,” jelas arsitek dan arkeolog, Osrifoel Oesman dalam diskusi Omah-Desa-Kuto Majapahit Trowulan, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7).


Sepeninggal Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit mulai meredup. Sebelum menjadi semakin lemah akibat menguatnya kekuatan Islam Demak, pertentangan di tengah keluarga kerajaan telah lebih dulu membuat Majapahit goyah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page