- 23 Agu 2025
- 3 menit membaca
PERANG tampaknya tak pernah jauh dari Sersan Satu Raden Moardjiman. Tak lama setelah Perang Pasifik/Perang Dunia II usai, serdadu Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) itu terlibat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Begitu perang tersebut selesai, dia ikut ke Belanda bersama para serdadu yang dipulangkan pasca-pengakuan kedaulatan Indonesia. Namun, tak lama di Belanda, dia kembali ke Asia untuk perang yang lain lagi.
Setelah Perang Dunia II usai, Perang Dingin muncul. Kali ini antara blok Timur yang komunis dengan blok Barat yang kapitalis. Kerajaan Belanda selaku anggota NATO jelas terlibat perang ini. Belanda ikut mengirim pasukan untuk Perang Korea. Mereka tergabung dalam Netherlands Detachment United Nations (NDVN).
“Detasemen Perserikatan Bangsa-Bangsa Belanda (NDVN) didirikan setelah siaran pers yang dikeluarkan pada 11 Agustus 1950 meminta sukarelawan untuk melapor. Meski pemerintah Belanda menahan diri, jumlah relawan yang mendaftar cukup banyak. Dalam empat hari, 1.044 sukarelawan menanggapi panggilan tersebut,” tulis BCM Kester dalam “Van Wimpel tot Oranje Strik, Nederlandse Militairen in de Koreaoorlog: Een Verkenning van de Beeldvorming in Pers, Bioscoopjournaal en Speelfilm”, termuat di buku Het Beeld in de Spiegel: Historiografische Verkenningen: Liber Amicorum voor Piet Blaas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















