- 16 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
LEDAKAN bom atom kedua hampir saja mengguncang dunia ketika Perang Korea bergolak. Dalam perang itu, Korea terbagi oleh dua kekuatan. Korea Utara disokong oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Uni Soviet sedangkan Korea Selatan dibantu Amerika Serikat (AS) beserta sekutu PBB. Upaya penyelesaian perang lewat bom atom dicetuskan oleh Jenderal AS Douglas MacArthur, panglima tertinggi komando gabungan PBB, setelah Tiongkok terlibat langsung menyokong Korea Utara. Namun, gagasan MacArthur tersebut ditolak Presiden Harry S. Truman.
“Meskipun penggunaan semua senjata, termasuk bom atom telah dipertimbangkan, Truman tidak ingin melihat bom atom digunakan pada orang-orang tidak bersalah yang tidak ada hubungannya dengan agresi militer,” catat sejarawan militer Amerika Walter G. Hermes dalam United States Army in The Korean War: Truce Tent and Fighting Front.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












