top of page

Perempuan Pejuang Kemanusiaan

Sebagai perawat, Annie Senduk tak melulu di garis belakang. Banyak warisan berharga buah perjuangannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Annie Senduk (paling kiri tanda X) bersama pasien dan perawat di Rumahsakit Noongan, Minahasa 1930-an. (Rero Sumbangsihku bagi Pertiwi jilid I).

17 Apr 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 12 Mei

ANNIE Senduk, kepala perawat di asrama kedokteran Jalan Kramat Raya 72, bingung. Keributan mendadak terjadi di asrama setelah seorang mahasiswa kedokteran datang tergopoh-gopoh. Kedatangan mahasiswa itu memicu pertanyaan dari para perawat penghuni asrama.


Annie langsung menghampiri mereka. Dia menanyakan apa yang sedang terjadi. “Markas besar terancam. Opsir Jepang di Jakarta sudah tahu kalau di sana ada dokumen-dokumen penting tentang perjuangan bawah tanah. Mereka juga tahu kalau kita menyimpan persediaan dan obat-obatan di sana,” kata mahasiswa kedokteran tadi.


Jawaban itu membuat Annie langsung mencari cara untuk segera menyalamatkan barang-barang di Hotel du Pavilyon, Harmoni, tempat yang dijadikan markas perjuangan mahasiswa kedokteran dan gerakan bawah tanah. Selain barang-barang logistik seperti obat-obatan dan makanan, dokumen-dokumen penting juga disimpan di sana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page