- Martin Sitompul

- 30 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 27 Des 2025
KWIK Kian Gie pulang ke Indonesia setelah bertugas sebagai asisten atase budaya dan pers di KBRI Belanda. Di Jakarta, Kwik mendapat tawaran pekerjaan untuk menjalankan maskapai dagang di negeri Belanda. Kwik tertarik. Meski banting setir dari pekerjaan lama, pekerjaan baru itu bukan soal baginya. Kwik punya modal ijazah lulusan dari Nederlandse Economische Hogeschool (NEH) Rotterdam –sekarang Erasmus University Rotterdam– yang punya reputasi mentereng sebagai sekolah tinggi ekonomi kelas dunia. Tapi, ajakan Bram Tambunan, sang pemilik perusaahan, membuat Kwik tak bisa menolak tawaran tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












