top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Perkawanan Kwik Kian Gie dan Bram Tambunan

Sewaktu di negeri Belanda, Kwik Kian Gie bekerja untuk Bram Tambunan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Sukarno. Kwik kemudian lebih dikenal sebagai ekonom terkemuka di Indonesia sedangkan Bram tak banyak diketahui rekam jejaknya.

30 Jul 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kwik Kian Gie. Di masa mudanya, Kwik bersahabat dengan pengusaha berjuluk "Raja Ban", Bram Tambunan. (kwikkiangie.ac.id)

Diperbarui: 27 Des 2025

KWIK Kian Gie pulang ke Indonesia setelah bertugas sebagai asisten atase budaya dan pers di KBRI Belanda. Di Jakarta, Kwik mendapat tawaran pekerjaan untuk menjalankan maskapai dagang di negeri Belanda. Kwik tertarik. Meski banting setir dari pekerjaan lama, pekerjaan baru itu bukan soal baginya. Kwik punya modal ijazah lulusan dari Nederlandse Economische Hogeschool (NEH) Rotterdam –sekarang Erasmus University Rotterdam– yang punya reputasi mentereng sebagai sekolah tinggi ekonomi kelas dunia. Tapi, ajakan Bram Tambunan, sang pemilik perusaahan, membuat Kwik tak bisa menolak tawaran tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page