top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Persiapan KAA, Gubernur Jawa Barat Bersiap Total

Sebuah panitia lokal dibentuk untuk menyukseskan jalannya konferensi. Mulai konsumsi sampai frekuensi morse sudah tersedia jelang KAA.

Oleh :
18 Apr 2015

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Press room di gedung Dwi Warna. (Perpusnas RI).

  • Aryono
  • 18 Apr 2015
  • 2 menit membaca

SANOESI Hardjadinata, gubernur Jawa Barat (1951-1957), rupanya ingin menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan KAA. Demi kesuksesan hajatan bangsa-bangsa Asia-Afrika itu, Sanusi membentuk tim panitia lokal pun yang diketuai dirinya sendiri. Tim panitia lokal itu beranggotakan 14 orang dari lingkungan pemerintahan provinsi Jawa Barat.


Tugas tim panitia lokal KAA meliputi persiapan akomodasi, ruangan rapat, kendaraan, telekomunikasi, alat keperluan konferensi, hingga urusan konsumsi bagi para delegasi KAA.


Ada 14 hotel, 15 tempat istirahat swasta, 8 gedung pemerintah dan 8 rumah milik Palang Merah Indonesia disediakan untuk menampung 1.300 peserta KAA.


Pada setiap wisma penginapan peserta KAA juga telah disiagakan klinik pengobatan dengan dukungan 3 dokter, 3 juru rawat, 6 mobil ambulan.Tak hanya itu, 10 kamar khusus di rumah sakit St. Borromeus juga sudah dipesan, persiapan apabila sewaktu-waktu ada keadaan darurat.


Untuk membawa delegasi dari penginapan ke tempat konferensi, panitia lokal KAA menyiapkan 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, lengkap dengan sopirnya yang berjumlah 230 orang. Agar mobil tetap bisa berjalan, panitia lokal telah menimbun stok bahan bakar bensin sebanyak 175 ton liter.


Bandung tak ingin gelap gulita saat perhelatan akbar itu dilangsungkan. Maka pasokan listrik ke kota Bandung pun ditambah, dengan membatasi pemakaian listrik di Jakarta dan Bogor. Generator-generator listrik cadangan sudah dipasangkan di gedung Merdeka, gedung Dwi Warna, kantor gubernur, gedung Swarga dan Hotel Orient.


Bukan hanya delegasi pemerintahan dari Asia dan Afrika yang datang ke Bandung, wartawan mancanegara pun turut serta untuk meliput peristiwa bersejarah itu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, panitia menyediakan press room di gedung Dwi Warna dengan 2 kamar besar dan 6 ruangan kecil. Ruangan pers lebih besar juga tersedia dia gedung Merdeka, lengkap dengan barnya. Kantor Pos Telepon dan Telekomunikasi (PTT) menyediakan 20 frekuensi pesawat Morse bagi kantor-kantor berita yang hadir.


“Para delegasi dan wartawan akan dapat mengkawatkan 100.00-200.000 kata setiap hari dari kantor pos, telegraf dan telepon,” catat majalah Berita KAA, No. 2, April 1955.


Berikut ini adalah susunan tim panitia lokal KAA di Bandung, Jawa Barat:

Ketua: Sanoesi Hardjadinata

Sekretaris: Rd. Djoekardi

Seksi Penginapan dan Makanan: R.S. Wangsadikoesoemah

Seksi Keamanan: Memet Tanumidjaja

Seksi Rapat: R.A. Kartadibrata

Seksi Bangunan dan Ruangan: Ir. S. Santosa

Seksi PTT: Leiwakabessy

Seksi Protokol: R. Kartasa Wargadiradja

Seksi Hiburan: R.O. Martakoesoemah

Seksi Pameran: R.A. Hirawan Wargahadibrata

Seksi Wanita: Emma Soemanegara

Seksi Listrik: H.A. Petrus

Seksi Kesehatan: Dr. M.H.A. Patah

Seksi Penerangan: Osa Maliki

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Perang Jawa Memicu Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Hubungan diplomatik Indonesia dan Belgia secara resmi sudah terjalin sejak 75 tahun silam. Namun, siapa nyana, kemerdekaan Belgia dari Belanda dipicu oleh Perang Jawa.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Prajurit Keraton Ikut PKI

Prajurit Keraton Ikut PKI

Dua anggota legiun Mangkunegaran ikut serta gerakan anti-Belanda. Berujung pembuangan.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
bottom of page