top of page

Petualangan Inspektur Frans Najoan

Frans Najoan ada dalam gerakan Westerling. Katanya untuk memata-matai gerakan Westerling.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Inspektur Polisi Frans Najoan. (Java-bode).

  • 23 Agu 2023
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 23 Jan

SEHARI setelah kekacauan akibat Peristiwa APRA –yang dipimpin Raymond Paul Pierre Westerling; menewaskan hampir 100 anggota TNI–  di Bandung pada 23 Januari 1950, Kapten Westerling ke Jakarta. Dia mendatangi Hotel Des Indes di bilangan Harmoni untuk menemui Menteri tanpa portofolio Republik Indonesia Serikat (RIS) bernama Sultan Hamid II. Westerling datang bersama Frans Najoan.


“Saya memerintahkan Westerling supaya Frans Najoan pada kira-kira jam tujuh menyerbu sidang dewan menteri yang akan bersidang pada jam lima sore. Di dalam penyerbuan itu, semua menteri harus ditangkap sedangkan Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono, Sekretaris Jenderal Ali Budiardjo, dan Kolonel Simatupang harus ditembak mati seketika itu juga. Saya harus mendapat luka enteng,” aku Sultan Hamid II –yang mengaku kemudian ingin minta kepada presiden dan wakil presiden RIS untuk diperbolehkan menyusun kabinet baru dan menjadi menteri pertahanan– dalam sidang perkaranya seperti tercatat dalam Process Peristiwa Sultan Hamid II.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
transparant.png
bottom of page