top of page

Petugas Imigrasi Mesir Menahan Rombongan Agus Salim

Delegasi diplomatik Indonesia diinterogasi di ruang imigrasi bandara Kairo. Petugas imigrasi bingung melihat penampilan delegasi ditambah belum pernah dengar negara bernama Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Delegasi diplomatik Indonesia ke Mesir. Kiri-kanan: Mr. Nazir St. Pamuncak (Pegawai Tinggi Kemenlu), A.R. Baswedan (Menteri Muda Penerangan), Haji Agus Salim (Menteri Muda Luar Negeri), H.M. Rasyidi (Sekjen Kementerian Agama) . (Repro Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri).

27 Mei 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Apr

PESAWAT yang membawa rombongan Haji Agus Salim mendarat di Lapangan Udara Kairo pada 10 April 1947. Kedatangan delegasi Indonesia ini dalam rangka memenuhi undangan Liga Arab sekaligus memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Indonesia secara de jure.


Haji Agus Salim bertindak sebagai pemimpin delegasi didampingi A.R. Baswedan (Menteri Muda Penerangan), dan Dr. Mr. Nazir St. Pamuncak (Pegawai Tinggi Kemenlu). Sementara itu, H.M. Rasyidi (sekjen Kementerian Agama) dan Mayor Jendral Abdul Kadir (perwira tinggi Kementerian Pertahanan) duluan tiba di Mesir pada 5 April.


“Pada masa inilah Republik Indonesia mengirimkan misi persahabatan ke negara-negara Islam yang dipimpin oleh Haji Agus Salim pada tanggal 4 April 1947,” sebut Mukayat dalam Haji Agus Salim: Karya dan Pengabdiannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page