top of page

Poorwo Soedarmo dan Gizi Anak Negeri

Dari Poorwo Soedarmo lahir slogan Empat Sehat Lima Sempurna. Berperan besar dalam mencetak ahli gizi hingga memberi fondasi pada PKK.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prof. Dr. Poorwo Soedarmo dijuluki Bapak Gizi. (Repro Saya dan Gizi).

31 Jan 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

EROPA Barat yang belum pulih dari kehancuran akibat Perang Dunia II ternyata menyisakan banyak harapan. Tak hanya soal ekonomi, tapi juga di bidang-bidang lain. Hal inilah yang ditemui Poorwo Soedarmo, dokter lulusan STOVIA, kala singgah di Belanda dalam tugasnya sebagai dokter di kapal SS Polydorus milik Blue Funnel Line dengan trayek Jakarta-Amsterdam pada 1949.


Perang Dunia II yang menghancurkan ternyata juga mengkatalisasi bidang sains. Tak hanya dalam soal teknologi militer, tapi juga dalam bidang-bidang lain seperti kesehatan, medis, bahkan gizi.


“Antara tahun-tahun 1940-1950 lah berkembang nutrition science di Eropa, karena data yang ditemukan di penjara-penjara massal,” kata Poorwo Soedarmo dalam otobiografinya, Gizi dan Saya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page