top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

4 Sehat 5 Sempurna

Sehat tak hanya ditentukan oleh makanan dan tambahan susu, tetapi juga perilaku. Ini sejarah slogan makanan bergizi 4 Sehat 5 Sempurna.

Oleh :
3 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Poorwo Soedarmo memperkenalkan, merintis, dan mengembangkan pengetahuan tentang gizi di Indonesia. (Repro Gizi dan Saya).

  • Aryono
  • 4 Jan 2025
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

DARI ingatannya akan sekumpulan bocah Belanda yang sedang main dekat Noordhollandsch ditambah pengetahuan yang didapatnya dari diskusi dengan beberapa dokter yang pernah bertugas di Hindia Belanda plus buku-buku dan terbitan yang mereka berikan, Poorwo Soedarmo jatuh hati pada masalah gizi. Dokter lulusan STOVIA tahun 1927 yang bekerja di kapal Belanda SS Polydrus itu kemudian bertekad mengambil pendidikan lanjutan tentang gizi begitu pulang ke Indonesia. Poorwo akhirnya menempuh pendidikan gizi di Institute of Nutrition di Manila, Filipina dan lulus tahun 1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page