- Aryono
- 4 Jan 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 31 Des 2025
DARI ingatannya akan sekumpulan bocah Belanda yang sedang main dekat Noordhollandsch ditambah pengetahuan yang didapatnya dari diskusi dengan beberapa dokter yang pernah bertugas di Hindia Belanda plus buku-buku dan terbitan yang mereka berikan, Poorwo Soedarmo jatuh hati pada masalah gizi. Dokter lulusan STOVIA tahun 1927 yang bekerja di kapal Belanda SS Polydrus itu kemudian bertekad mengambil pendidikan lanjutan tentang gizi begitu pulang ke Indonesia. Poorwo akhirnya menempuh pendidikan gizi di Institute of Nutrition di Manila, Filipina dan lulus tahun 1950.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












