top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Gizi di Tangan Leimena Sang Teknokrat Kesehatan

J. Leimena mengatasi gizi buruk dengan membuat sejumlah gebrakan. Pijakan berharga bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangannya.

27 Jan 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Dr. J. Leimena (kiri) di Bandara Schipol saat menjadi ketua Komisi Militer delegasi RI dalam Konferensi Meja Bundar. (Repro Dr. Johannes Leimena Negarawan Sejati).

  • 28 Jan 2025
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) Subianto resmi berjalan sejak 6 Januari lalu. Pemerintah memastikan akan tetap mendanai sendiri program tersebut menggunakan APBN meskipun beberapa pihak termasuk badan usaha berminat menyokong dengan CSR mereka. “CSR itu tidak akan digunakan untuk makan bergizi, tapi siapkan infrastruktur yang akan jadi mitra bagi Badan Gizi. Seperti juga pemda-pemda. SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tetap dari kita. Dipastikan dari APBN, ya,” kata Dadan, dikutip kompas.com, 22 Januari 2025.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page