- 17 Jan 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 31 Des 2025
SEDARI muda, Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai “Bapak Gizi Indonesia” menggandrungi olahraga. Bermacam olahraga dia senang memainkannya. Selain renang, dia juga menggemari atletik. Dalam atletik lompatannya melampaui tinggi tubuhnya. Lalu, tenis. Saking gandrungnya pada tenis, dia rela ikut turnamen dari satu kota ke kota lain. Dalam sepakbola, Poorwo menjadi salah satu pemain di kampusnya ketika kuliah kedokteran di STOVIA.
Olahraga yang memacu adrenalin seperti berburu pun Poorwo senang. Demi berburu, Poorwo bersama anak laki-lakinya rela melewati hamparan lumpur untuk menembak burung atau bebek. Namun, hanya renang yang kemungkinan diseriusi Poorwo. Suhadi Hardjo, putranya, tahu bagaimana Poorwo berenang.
“Sering saya mengamati Papa dengan penuh bangga, bagaimana ia mampu berenang panjang kolam 50 meter, bolak-balik tanpa henti paling tidak selama setengah jam,” kenang Suhadi Hardjo dalam testimoni di otobiografi ayahnya, Gizi dan Saya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















