top of page

Sampai Tua Bapak Gizi Indonesia Suka Berenang

Bapak Gizi Indonesia ini hobi berenang dan pernah memimpin persatuan renang Indonesia. Di usia senjanya masih kuat berenang lama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poorwo Soedarmo dan rekannya saat berenang di Toboali, 1929. (Repro Gizi dan Saya).

17 Jan 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

SEDARI muda, Poorwo Soedarmo yang dikenal sebagai “Bapak Gizi Indonesia” menggandrungi olahraga. Bermacam olahraga dia senang memainkannya. Selain renang, dia juga menggemari atletik. Dalam atletik lompatannya melampaui tinggi tubuhnya. Lalu, tenis. Saking gandrungnya pada tenis, dia rela ikut turnamen dari satu kota ke kota lain. Dalam sepakbola, Poorwo menjadi salah satu pemain di kampusnya ketika kuliah kedokteran di STOVIA.


Olahraga yang memacu adrenalin seperti berburu pun Poorwo senang. Demi berburu, Poorwo bersama anak laki-lakinya rela melewati hamparan lumpur untuk menembak burung atau bebek. Namun, hanya renang yang kemungkinan diseriusi Poorwo. Suhadi Hardjo, putranya, tahu bagaimana Poorwo berenang.


“Sering saya mengamati Papa dengan penuh bangga, bagaimana ia mampu berenang panjang kolam 50 meter, bolak-balik tanpa henti paling tidak selama setengah jam,” kenang Suhadi Hardjo dalam testimoni di otobiografi ayahnya, Gizi dan Saya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
transparant.png
bottom of page