top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Poorwo Soedarmo Sebelum Jadi Bapak Gizi Indonesia

Panugasan di Banten membuat Poorwo Soedarmo tahu kondisi romusha yang amat kekurangan gizi. Bekal untuknya dalam menekuni masalah gizi.

19 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Poorwo Soedarmo mendapat pelajaran berharga ketika ditugaskan ke Banten di masa pengerahan romusha. (Repro Gizi dan Saya).

  • 20 Des 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 1 Jan

NASIB kadang membawa seseorang pada tujuan dengan cara berliku yang tak pernah terpikirkan. Hal itulah yang dialami Poorwo Soedarmo, dokter di Hindia Belanda yang kelak menjadi “Bapak Gizi Indonesia”. Lantaran tak bisa berbuat banyak untuk membantu masyarakat di Jakarta karena situasi Perang Kemerdekaan tak memungkinkan kaum “Kiblik” bergerak bebas, Poorwo melamar pada sebuah perusahaan pelayaran. Lamarannya diterima. Petualangannya pun dimulai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page