Diperbarui: 28 Jul
LETJEN Sir Philip Christison tak menyangka penugasannya sebagai panglima Komando Tentara Sekutu di Jawa usai Perang Dunia II bakal merepotkannya. Belum lagi Pertempuran Surabaya hilang dari ingatan, ulah para pemuda pejuang di Bekasi kembali membuatnya berang.
Keberangannya kali ini berawal dari jatuhnya pesawat angkut Dakota milik Inggris yang berangkat dari Bandara Kemayoran pada 23 November 1945. “Dakota itu membawa 20 pasukan dari 2/19th Kumaon. Pesawat pengintai melaporkan kedua kru dan para penumpangnya selamat,” tulis Richard McMillan dalam The British Occupation of Indonesia: 1945-1946.
Menurut AH Nasution dalam Sekitar Perang Kemerdekaan Vol. 2, para awak dan penumpang Dakota yang jatuh di Rawa Gatel, Cakung itu kemudian ditahan laskar pimpinan H Maksum. Para laskar lalu menyerahkan mereka ke Klender, daerah kekuasaan Barisan Rakyat (BaRa) pimpinan Haji Darip. BaRa enggan menampung mereka. Entah atas prakarsa siapa, para penumpang Dakota itu lalu diangkut menuju markas komando TKR Batalyon V Resimen V Cikampek. Namun dalam perjalanan, mereka justru disembelih dan jasad-jasadnya dibuang ke Kali Bekasi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












