top of page

Saling Serang Lewat Iklan

Kemenangan Eisenhower dalam pemilihan presiden AS membuat iklan kampanye di televisi menjadi andalan para politisi. Memicu munculnya iklan kampanye negatif.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lyndon B. Johnson mengambil sumpah sebagai presiden menggantikan John F. Kennedy yang mati dibunuh di Dallas, Texas, 22 November 1963. (Cecil W. Stoughton /LBJ Library).

2 Des 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 5 Apr

KEMENANGAN telak Dwight D. Eisenhower-Richard Nixon atas Adlai Ewing Stevenson II-John Sparkman dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1952 tak hanya memutus rantai kemenangan beruntun Partai Demokrat, tetapi juga mengubah pandangan para politisi terhadap televisi sebagai media kampanye.


Kesuksesan Ike, panggilan akrab Eisenhower, mengambil hati para pemilik suara hinggamereka ramai-ramai memilihnya di antaranya karena keberaniannya memanfaatkan iklan televisi. Tak ada warga AS yang tak mengenal “Eisenhower Answers America”, iklan kampanye yang menampilkan mantan panglima tertinggi pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II itu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat.


Setelah tahun 1952, iklan menjadi andalan dalam kampanye politik modern. Menurut Marjolein Moorman dan Peter Neijens dalam “Political Advertising”, termuat dalamAdvertising Theory,iklan kampanye politik kian populer karena memungkinkan para kandidat dan partai untuk menampilkan diri mereka secara langsung kepada para pemilih, tanpa intervensi dari jurnalis yang kritis maupun politisi lain yang menjadi saingan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page