- 3 Agu 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 Apr
SETAMAT dari Normaal School (sekolah guru) pada 1920, Achmad Niti Soemantri menjadi guru pada Standard School (sekolah dasar lima tahun) di Cipanas, Cianjur. Lima tahun mengabdi di sana, pad 1925 dia pindah mengajar ke Volkschool (Sekolah Rakyat, sekolah dasar tiga tahun) di Cianjur.
Namun, pemuda kelahiran Garut, 20 Agustus 1901 itu tak hanya menghabiskan waktunya untuk mengajar. Soemantri juga aktif di suratkabar mingguan Padjadjaran dan Matahari yang terbit di Bandung.
Soemantri terseret arus pergerakan nasional yang paling menggeliat di era 1920-an, menjadi jejaring dari Sarekat Rakyat dan Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti para haji di Banten. Dalam Pemberontakan PKI 1926, Soemantri terseret pula. Algemeen Handelsblad dan De Indisch Courant edisi 8 Desember 1926 menyebut, Soemantri adalah “pemimpin kerusuhan di Cianjur dan Sukabumi.” Di dua tempat itu, pemberontakan PKI dianggap gagal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















