top of page

Sebelum Soekanto Jadi Kepala Polisi

Menjadi polisi profesional di zaman kolonial. Melawan di masa akhir pendudukan Dai Nippon.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kantor Polisi Semarang, tempat Soekanto pertama kali berdinas sebagai polisi di zaman kolonial. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

3 Jul 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 7 Jun

DENGAN berpakaian preman, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo kerap mengunjungi tempat-tempat yang dianggap rawan. Tengah malam, sebelum pulang ke rumah, dia singgah ke kantornya. Di ruang penjagaan, dia menemukan komandan jaga, seorang inspektur berkebangsaan Belanda, tidur terlelap. Soekanto ingin memberi pelajaran. Dia merogoh saku sang inspektur dan mengambil revolver. Soekanto juga melaporkan peristiwa itu ke atasannya agar memberikan sanksi. Yang terjadi, petugas itu dipecat dari kepolisian.


Selama menjadi polisi, Soekanto dikenal disiplin tanpa ampun. “Pak Kanto itu sangat disiplin, bahkan untuk hal-hal kecil seperti kebersihan dia teliti,” ujar Supardi (75 tahun), keponakan Soekanto, kepada Historia.


Semarang menjadi tempat dinas pertama Soekanto sebagai polisi. Dia mendapat penugasan di bagian yang berbeda-beda, dari lalulintas, reserse, hingga dinas intelijen polisi (PID). Yang disenanginya adalah tugas-tugas reserse. Salah satu yang sukses diungkap adalah kasus pembunuhan seorang pria Belanda bernama Borg oleh istrinya dengan motif mendapatkan warisan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Rasa lelah membuat kawan-kawannya ambil jalan pintas, sewa pesawat. Kendati terpilih naik pesawat itu, Dion urung naik karena ongkosnya mahal.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Seorang pelancong AS yang mabuk mengambil sepotong semangka dan menolak membayar setelah mencicipinya. Memantik perkelahian yang berujung pada kerusuhan yang menewaskan belasan orang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
Dengan humor tajam dan storytelling menyentuh hati, serial Mo mengeksplorasi emosi dalam setiap dinamika kultur mereka yang dianggap asing.
transparant.png
bottom of page