Diperbarui: 2 hari yang lalu
KOLAM Makale di Tana Toraja merupakan tempat ikonik yang menawarkan keindahan pemandangan alam sekitar. Lokasi di mana Monumen Patung Lakipadada berada itu menjadi tempat favorit masyarakat setempat berolahraga di hari libur ataupun bersantai sambil menikmati aneka makanan yang dijajakan para pedagang. Damai suasananya.
Namun, siapa sangka di tempat damai dengan toleransi tinggi dari penduduknya itu pernah terjadi keributan yang sampai melibatkan penggunaan senjata api. Keributan yang terjadi ketika Indonesia baru seumur jagung itu justru datang dari orang-orang “bersaudara”.
Setelah tahun 1952, wilayah Tana Toraja “diamankan” oleh Kompi II Batalyon 720. Kala itu, Toraja sangat rentan dari gangguan gerombolan Kahar Muzakkar. Komandan Batalyon Infanteri 720 itu awalnya Kapten Andi Sose, sementara komandan kompi adalah Letnan Satu Frans Karangan. Batalyon ini sejarahnya terkait dengan Harimau Indonesia yang dipimpin Wolter Mongisidi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












