top of page

Sel, Etik, dan Sains dalam Kasus Henrietta Lacks

Benturan batasan etik dan sains dalam eksperimen subjek manusia membawa kesadaran untuk menjaga hak-hak pasien/subjek penelitian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Henrietta Lacks dan suaminya. (hopkinsmedicine.org).

25 Jun 2010
4 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

MARY Kubicek, teknisi laboratorium Rumah Sakit John Hopkins pada 1951, tak pernah melihat jenazah dari dekat hingga ia mendapat tugas membantu seorang dokter melakukan otopsi. Untuk mengatasi kegelisahannya, Mary menghindari tatapan mata kosong jenazah perempuan di hadapannya dan mengalihkan pandangan ke organ tubuh lain. Pandangannya terantuk pada kuku jari kaki perempuan dengan cat kuku merah menyala.


“Ketika saya melihat kuku jari kakinya, saya hampir pingsan. Saya berpikir, Oh jeez, ia adalah seseorang. Saya mulai membayangkan ia berada di kamar mandi memoles kukunya. Untuk kali pertama saya tersentak bahwa sel-sel yang selama ini kami kerjakan dan kirim ke berbagai tempat berasal dari seorang perempuan hidup. Tak pernah saya berpikir seperti itu sebelumnya,” tutur Mary kepada jurnalis Rebecca Skloot dalam buku The Immortal Life of Henrietta Lacks.


Henrietta Lacks adalah seorang perempuan Amerika keturunan Afrika yang meninggal dunia akibat tumor leher rahim pada 4 Oktober 1951. Beberapa bulan sebelumnya, Henrietta menjalani operasi untuk menjinakkan tumor di rumah sakit yang sama. Tanpa meminta izin Henrietta, dokter yang mengoperasinya mengambil sampel jaringan sel tumor dan bagian rahimnya yang sehat. Kedua sampel segera dikirim kepada dr. George Gey, kepala laboratorium penelitian kultur jaringan. Dr. Gey, supervisor Mary, tengah melakukan ujicoba menumbuhkan kultur sel tubuh manusia untuk medium penelitian.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Melahirkan apalagi cuma menikah dan pensiun bukan halangan bagi perempuan ini untuk terus merumput dan memajukan sepakbola putri Indonesia.
Melahirkan apalagi cuma menikah dan pensiun bukan halangan bagi perempuan ini untuk terus merumput dan memajukan sepakbola putri Indonesia.
PLTN dianggap paling reliable jadi alternatif PLTU. Tapi senantiasa sekadar wacana sejak era Bung Karno.
PLTN dianggap paling reliable jadi alternatif PLTU. Tapi senantiasa sekadar wacana sejak era Bung Karno.
Polisi berkunjung ke sekolah untuk mengimbau pelajar agar tidak tawuran. Yang dapat mengakhiri tawuran pelajar itu sendiri.
Polisi berkunjung ke sekolah untuk mengimbau pelajar agar tidak tawuran. Yang dapat mengakhiri tawuran pelajar itu sendiri.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Senjata pasukannya dilucuti, seorang jenderal Jepang mengancam akan hancurkan sebuah kota di pesisir Aceh.
Senjata pasukannya dilucuti, seorang jenderal Jepang mengancam akan hancurkan sebuah kota di pesisir Aceh.
transparant.png
bottom of page