Diperbarui: 9 Des 2025
MARY Kubicek, teknisi laboratorium Rumah Sakit John Hopkins pada 1951, tak pernah melihat jenazah dari dekat hingga ia mendapat tugas membantu seorang dokter melakukan otopsi. Untuk mengatasi kegelisahannya, Mary menghindari tatapan mata kosong jenazah perempuan di hadapannya dan mengalihkan pandangan ke organ tubuh lain. Pandangannya terantuk pada kuku jari kaki perempuan dengan cat kuku merah menyala.
“Ketika saya melihat kuku jari kakinya, saya hampir pingsan. Saya berpikir, Oh jeez, ia adalah seseorang. Saya mulai membayangkan ia berada di kamar mandi memoles kukunya. Untuk kali pertama saya tersentak bahwa sel-sel yang selama ini kami kerjakan dan kirim ke berbagai tempat berasal dari seorang perempuan hidup. Tak pernah saya berpikir seperti itu sebelumnya,” tutur Mary kepada jurnalis Rebecca Skloot dalam buku The Immortal Life of Henrietta Lacks.
Henrietta Lacks adalah seorang perempuan Amerika keturunan Afrika yang meninggal dunia akibat tumor leher rahim pada 4 Oktober 1951. Beberapa bulan sebelumnya, Henrietta menjalani operasi untuk menjinakkan tumor di rumah sakit yang sama. Tanpa meminta izin Henrietta, dokter yang mengoperasinya mengambil sampel jaringan sel tumor dan bagian rahimnya yang sehat. Kedua sampel segera dikirim kepada dr. George Gey, kepala laboratorium penelitian kultur jaringan. Dr. Gey, supervisor Mary, tengah melakukan ujicoba menumbuhkan kultur sel tubuh manusia untuk medium penelitian.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















