top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sentuhan Eropa di Balik Kemunculan Tempura

Awal mula kemunculan tempura berkaitan dengan kedatangan orang-orang Portugis dan Spanyol di Jepang. Mulanya dikonsumsi untuk puasa, kini tempura menjadi ikon kuliner Jepang.

6 Mar 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi kedai tempura di zaman Edo, Jepang. (Keisai Huwagata/Koleksi Museum Nasional Tokyo/Wikimedia Commons).

KEBANYAKAN orang mengenal tempura sebagai makanan khas Jepang yang menjadi hidangan pendamping saat menyantap ramen ataupun donburi. Dibuat dari sayuran atau hasil laut seperti udang, ikan, dan cumi yang dibalut dengan adonan tepung, tempura sangat nikmat jika disantap saat hangat. Termasuk dalam kelompok agemono atau makanan yang digoreng, tempura biasanya dinikmati dengan saus cocol yang disebut tentsuyu. Namun, tak sedikit pula yang menyantapnya dengan saus sambal atau tomat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page