- 28 Okt 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Jan
SIAPA yang tak mengenal hamburger? Makanan yang terdiri dari roti, daging olahan, sayur dan berbagai saus ini begitu populer di berbagai belahan dunia, khususnya Amerika Serikat. Popularitas hamburger meningkat seiring dengan munculnya gerai makanan siap saji (fast-food) di Negeri Paman Sam pada awal abad ke-20. Gerai-gerai makanan tersebut berlomba menyediakan menu hamburger dengan berbagai variasi bahan dan ukuran untuk menarik minat konsumen. Alhasil kemudian hamburger menjadi salah satu ikon budaya populer Amerika.
Kendati dianggap sebagai makanan khas Amerika, asal-usul hamburger disebut berkaitan erat dengan Jerman, tepatnya kota Hamburg. Hamburg merupakan kota pelabuhan penting di Jalur Hamburg-Amerika dan menjadi salah satu titik keberangkatan utama para emigran Eropa menuju Negeri Paman Sam pada abad ke-19. Para imigran yang kebanyakan orang Jerman inilah yang kemudian mempopulerkan sebuah hidangan bernama Hamburg steak yang kelak menjelma menjadi hamburger.
Sejarawan makanan Amerika Josh Ozersky menulis dalam The Hamburger bahwa di Hamburg pada abad ke-19 daging sapi biasanya disajikan dalam bentuk cincang atau potongan, sebuah hidangan yang konon berasal dari Rusia (Tatar). Dimasak dengan olesan mentega yang menggugah selera, Hamburg steak adalah jenis makanan yang cukup diminati karena harganya murah namun bergizi. Lambat laun, cita rasa Hamburg steak yang mengguggah selera tak hanya disukai para imigran Eropa, orang-orang Amerika juga mulai melirik dan tertarik untuk mencicipi makanan ini.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















