top of page

Amerika, Hamburger, dan Perang Dunia I

Hamburger disebut sebagai makanan khas Amerika meski memiliki kaitan historis yang erat dengan Jerman. Nama hamburger sempat diganti karena alasan politis hingga memunculkan istilah burger yang kini terkenal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi hamburger, makanan cepat saji yang menjadi ikon budaya populer Amerika Serikat. (jeffreyw/Wikimedia Commons).

  • 28 Okt 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

SIAPA yang tak mengenal hamburger? Makanan yang terdiri dari roti, daging olahan, sayur dan berbagai saus ini begitu populer di berbagai belahan dunia, khususnya Amerika Serikat. Popularitas hamburger meningkat seiring dengan munculnya gerai makanan siap saji (fast-food) di Negeri Paman Sam pada awal abad ke-20. Gerai-gerai makanan tersebut berlomba menyediakan menu hamburger dengan berbagai variasi bahan dan ukuran untuk menarik minat konsumen. Alhasil kemudian hamburger menjadi salah satu ikon budaya populer Amerika.


Kendati dianggap sebagai makanan khas Amerika, asal-usul hamburger disebut berkaitan erat dengan Jerman, tepatnya kota Hamburg. Hamburg merupakan kota pelabuhan penting di Jalur Hamburg-Amerika dan menjadi salah satu titik keberangkatan utama para emigran Eropa menuju Negeri Paman Sam pada abad ke-19. Para imigran yang kebanyakan orang Jerman inilah yang kemudian mempopulerkan sebuah hidangan bernama Hamburg steak yang kelak menjelma menjadi hamburger.


Sejarawan makanan Amerika Josh Ozersky menulis dalam The Hamburger bahwa di Hamburg pada abad ke-19 daging sapi biasanya disajikan dalam bentuk cincang atau potongan, sebuah hidangan yang konon berasal dari Rusia (Tatar). Dimasak dengan olesan mentega yang menggugah selera, Hamburg steak adalah jenis makanan yang cukup diminati karena harganya murah namun bergizi. Lambat laun, cita rasa Hamburg steak yang mengguggah selera tak hanya disukai para imigran Eropa, orang-orang Amerika juga mulai melirik dan tertarik untuk mencicipi makanan ini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Orang Indian menggunakan getah karet alami agar topi dan alas kaki tahan air. Charles Macintosh kemudian mematenkan penemuannya untuk pakaian tahan air.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
transparant.png
bottom of page