top of page

Hegemoni Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji tak cuma menawarkan konsep cepat dan terjangkau, tapi juga gengsi dan gaya hidup.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Restoran cepat saji berdampingan di Jalan Kramat Raya, Jakarta. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

8 Jul 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

CITRA Iqliyah Darojah, mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, doyan makanan cepat saji (fast food). Ketika berkunjung ke Berlin, Jerman, dia penasaran menjajal menu cepat saji di sana.


“Di KFC Berlin nggak ada menu paket nasi, gantinya kentang,” ujarnya. Selain itu, dia tak mendapatkan saus sambal seperti di Indonesia. Hanya ada saus tomat. Itu pun harus membayar ekstra per tetesnya. “Untung di tasku ada kecap pedas sachet-an. Selamet deh.”


Bisnis waralaba gerai siap saji impor memang menjamur di Indonesia. Demi dilirik konsumen, mereka tak segan mengakomodasi kebiasaan makan orang Indonesia. Kentucky Fried Chicken (KFC), misalnya, menyediakan nasi dan menu pilihan semacam perkedel atau minuman teh. Hal yang sama dilakukan McDonald’s, yang menjual ayam goreng dan nasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page