- 8 Jul 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 15 Apr
CITRA Iqliyah Darojah, mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, doyan makanan cepat saji (fast food). Ketika berkunjung ke Berlin, Jerman, dia penasaran menjajal menu cepat saji di sana.
“Di KFC Berlin nggak ada menu paket nasi, gantinya kentang,” ujarnya. Selain itu, dia tak mendapatkan saus sambal seperti di Indonesia. Hanya ada saus tomat. Itu pun harus membayar ekstra per tetesnya. “Untung di tasku ada kecap pedas sachet-an. Selamet deh.”
Bisnis waralaba gerai siap saji impor memang menjamur di Indonesia. Demi dilirik konsumen, mereka tak segan mengakomodasi kebiasaan makan orang Indonesia. Kentucky Fried Chicken (KFC), misalnya, menyediakan nasi dan menu pilihan semacam perkedel atau minuman teh. Hal yang sama dilakukan McDonald’s, yang menjual ayam goreng dan nasi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















