top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita di Balik Keriuk Keripik Kentang

Seorang koki kesal oleh pelanggan yang mengembalikan kentang goreng. Ia pun membuat kentang goreng yang kini dikenal dengan keripik kentang.

21 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Keripik kentang. (Wikimedia Commons).

Diperbarui: 4 Jan

KERIPIK kentang merupakan makanan ringan paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di dunia. Popularitas keripik kentang terlihat dari beragam varian rasa. Makanan ringan favorit banyak orang ini ternyata muncul karena suatu kesalahan. Pada musim panas tahun 1853, koki George Crum bekerja seperti biasa di Moon Lake Lodge. Menurut Sharon Hernes Silverman dalam Pennsylvania Snacks, beberapa catatan menggambarkan Crum sebagai Indian-Amerika, Afrika-Amerika, atau keduanya. Kendati catatan tersebut memuat keterangan berbeda terkait garis keturunan sang koki, satu yang pasti Crum digambarkan sebagai pria yang mudah marah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page