top of page

Sepatu, Bola, dan Musik di Tambaksari

Stadion Tambaksari belakangan tak hanya tempat olahraga, tapi juga musik. Sudah sejak lama stadion kabanggaan "arek Suroboyo" itu jadi tempat bermacam aktivitas, termasuk acara politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Stadion Tambaksari tak hanya lama jadi kandang Persebaya tapi juga kebanggaan "Arek Suroboyo". (Facebook Persebaya Surabaya).

8 Agu 2025
3 menit membaca

HINGGA hari ini, kawasan Stadion Tambaksari masih nyaman untuk berolahrga. Taman Mundu (dulu Taman 10 November) yang berada di depannya menjadi tempat rekreasi rakyat banyak ketika sore. Penjual sepatu macam Abdoelmoeloed tempo dulu sama dengan penjual makanan di sini: sangat dibutuhkan.

 

Abdoelmoeloed merupakan Digulis yang punya ikatan dengan Tambaksari. Itu terjadi nyaris seabad lalu.

 

Setelah pelayaran panjangnya, Abdoelmoeloed (baca: Abdulmulud) memilih tidak kembali ke Tulungagung. Dirinya memilih bertahan di kota Surabaya, kota pertama yang diinjaknya setelah beberapa tahun tinggal di Papua, tepatnya di Kamp Tanahmerah, Boven Digoel.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page