top of page

Seruan Sukarno di Hari Lebaran

Pada Hari Raya Idul Fitri, Bung Karno melecut semangat rakyat untuk segera membebaskan Irian Barat. Menyebutnya sebagai tugas mulia warga negara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno berpidato pada hari raya Idul Fitri, dilapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara, 8 Maret 1962. Sumber:

26 Mei 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

HARI Raya Idul Fitri tahun 1962 jatuh pada 8 Maret. Saat itu Presiden Sukarno merayakannya dengan menggelar salat Id berjemaah di lapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Usai kegiatan tersebut, ribuan massa masih tetap berkumpul. Tidak hanya rakyat biasa,  berbagai duta besar negara asing juga turut hadir. Tidak ketinggalan juru warta yang bertugas meliput. Mereka semua ingin mendengar amanat Bung Karno.


Tradisi pada hari lebaran di Indonesia identik dengan saling bermaafan. Begitu pula dengan Bung Karno. Dia memulai pidatonya dengan permohonan maaf. Katanya, “Kepada siapapun saja yang saya kenal dan yang mengenal kepada saya. Minta dimaafi kesalahan-kesalahan saya, yang saya ketahui dan yang saya tidak ketahui."   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page