- 24 Agu 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 23 Jul
PASCA peristiwa G30S, keluarga Wakil Ketua CC PKI Njoto kelimpungan mencari rumah persembunyian. Setelah mengungsi dari rumah satu ke rumah yang lain, Njoto akhirnya harus berpisah dengan Soetarni dan enam anaknya di sebuah rumah di Kawasan Gunung Sahari.
Rumah yang ditinggali oleh sejumlah aktivis Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) itu menjadi saksi bisu pertemuan terakhir Njoto dan keluarganya. Njoto hilang dan makamnya tak pernah ditemukan.
Soetarni kala itu tengah hamil muda. Anak-anaknya masih kecil, Svetlana Dayani (9), Ilham Dayawan (8), Timoer Dayanang (7), Risalina Dayanah (5), Irina Dayasih (4), dan Fidelia Dayatoen (2). Anak ketujuh kemudian lahir pada 23 Juli 1966. Namanya Esti Dayati. Namun, karena rumah itu mayoritas dihuni mahasiswa Batak, bayi perempuan terakhir Njoto itu mendapat julukan Butet.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















