- 18 Mei 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 jam yang lalu
TELEPON selular (ponsel) kini jadi barang wajib bagi hampir semua orang. Maraknya penggunaan ponsel ini bermula dari inisiatif Telkomsel untuk meliberalisasi perangkat sejak berdiri pada 1995. Harga ponsel yang semula selangit, turun jadi terjangkau. Kala itu, Telkomsel satu-satunya perusahaan yang memisahkan bisnis layanan telekomunikasi dengan penjualan perangkat sebelum liberalisasi telekomunikasi dilakukan besar-besaran oleh pemerintah pada awal 2000.
Di balik turunnaya harga ponsel itu, ada seorang perempuan yang duduk di tataran elite. Dialah Koesmarihati, direktur utama (dirut) Telkomsel pertama. Marie, begitu ia disapa, menjabat posisi dirut pada 1995 hingga pensiun pada 1998 ketika usianya 56 tahun.
Lahir di Bogor, 9 Oktober 1942, Koesmarihati merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Koesnowarso, bekerja sebagai inspektur kehutanan Provinsi Jawa Barat. Sebagian masa kecil Marie dihabiskan di Bandung, di rumah dinas ayahnya. Begitu ayahnya meninggal pada 1951, Marie sekeluarga pindah ke Madiun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















