top of page

Sukarno dan Gerakan Hidup Baru

Presiden Sukarno menyerukan Gerakan Hidup Baru sebagai pelaksanaan revolusi mental. Dia pernah mengampanyekan gerakan serupa pada masa pendudukan Jepang. Gerakan ini dinilai gagal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno menyampaikan pidato kenegaraan pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 1957. (Mimbar Penerangan, No. 8 Tahun VIII, Agustus 1957.

2 Okt 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

DALAM peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1957, Presiden Sukarno menyampaikan pidato berjudul “Satu Tahun Ketentuan” (A Year of Decision). Di bagian awal pidatonya, Sukarno mengungkapkan kondisi Indonesia setelah dua belas tahun merdeka. Rakyat masih belum dapat hidup layak. Kita juga belum dapat mengembangkan daya cipta untuk membangun pemerintahan yang kuat, Angkatan Perang nasional yang kokoh, industri dan pertanian modern, serta kebudayaan nasional yang berkepribadian bangsa Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page