top of page

Sukarno: Juara Dunia Tak Boleh Jadi Pegawai dan Berdagang!

Ferry Souneville, juara dunia bulutangkis, dilarang Sukarno jadi pegawai dan berdagang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ferry Sonneville. (Nationaal Archief).

31 Jul 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

BURUKNYA reputasi para pengusaha Indonesia yang mengekspor hasil bumi membuat banyak perusahaan Belanda menghentikan impor komoditas itu dari Indonesia. Mereka kesal, banyak barang yang diimpor ternyata isinya berkualitas buruk, beberapa bahkan berisi sampah.

 

Kondisi yang terjadi pada tahun 1964 itu membuat Ibrahim Tambunan alias Bram Tambunan, pengusaha berjuluk “Raja Ban”, prihatin. Sebagai bentuk kepeduliannya, dia lalu menemui Presiden Sukarno.

 

“Mereka tiba pada kesimpulan bahwa kita harus mempunyai kantor di Belanda dan berbadan hukum Belanda. Kantor inilah yang akan mengimpor hasil bumi dari Indonesia,” catat Kwik Kian Gie dalam Menelusuri Zaman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page