top of page

Syiah dari Kalangan Hadrami

Pergulatan orang Syiah di tengah hegemoni Sunni pada masa kolonial Belanda hingga setelah Indonesia merdeka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi sebuah perkampungan Arab tahun 1898. (Tropenmuseum).

22 Jul 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

HINDIA Timur tak terdengar asing baginya. Sejak kecil, Muhammad bin Ahmad al-Muhdar, seorang Hadrami (penduduk Hadramaut, Yaman Selatan), mendengar beragam kisah tentang negeri di selatan ini. Sebagian besar kerabatnya pedagang yang merantau ke Hindia Timur. Banyak yang menetap, sebagian lagi kembali ke Hadramaut dengan membawa istri, anak, dan kisah dari rantau. Menginjak usia 24 tahun, al-Muhdar mengikuti jejak kerabatnya. Dengan menggunakan kapal uap, dia tiba di Batavia pada 1885. 


Bukan hal sulit bagi al-Muhdar untuk mencari tempat tinggal di perantauan. Jejaring kekerabatan orang Hadramaut dengan orang tempatan sudah terbentuk ratusan tahun. Ada banyak koloni Arab di wilayah Hindia Timur. “Jarang terjadi seorang Arab tiba di Nusantara tanpa mengenal seseorang yang diharapkannya akan menerimanya dengan tangan terbuka,“ tulis L.W.C. van den Berg, penasihat ahli gubernur jenderal Hindia Timur selama 1884–1883, dalam Orang Arab di Nusantara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
transparant.png
bottom of page