- 22 Jul 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 1 Mar
HINDIA Timur tak terdengar asing baginya. Sejak kecil, Muhammad bin Ahmad al-Muhdar, seorang Hadrami (penduduk Hadramaut, Yaman Selatan), mendengar beragam kisah tentang negeri di selatan ini. Sebagian besar kerabatnya pedagang yang merantau ke Hindia Timur. Banyak yang menetap, sebagian lagi kembali ke Hadramaut dengan membawa istri, anak, dan kisah dari rantau. Menginjak usia 24 tahun, al-Muhdar mengikuti jejak kerabatnya. Dengan menggunakan kapal uap, dia tiba di Batavia pada 1885.
Bukan hal sulit bagi al-Muhdar untuk mencari tempat tinggal di perantauan. Jejaring kekerabatan orang Hadramaut dengan orang tempatan sudah terbentuk ratusan tahun. Ada banyak koloni Arab di wilayah Hindia Timur. “Jarang terjadi seorang Arab tiba di Nusantara tanpa mengenal seseorang yang diharapkannya akan menerimanya dengan tangan terbuka,“ tulis L.W.C. van den Berg, penasihat ahli gubernur jenderal Hindia Timur selama 1884–1883, dalam Orang Arab di Nusantara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












