top of page

Geliat Syiah di Negeri Ahlusunah

Berkembang pesat karena Revolusi Iran, Syiah di Indonesia justru jauh dari kesan revolusioner. Memilih bergerak dalam pemikiran, penerbitan, dan pendidikan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ayatullah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran. (irdc.ir/Wikimedia Commons).

23 Jul 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

WAJAHNYA mengguratkan ketakutan. Kakinya gegas melangkah menuju pesawat pribadinya di sebuah bandara di Teheran, Iran. Syah Reza Pahlevi, diktator Iran sejak 1941, hanya ditemani sang istri saat hendak meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979. Orang kepercayaannya lebih dulu mencari selamat. Kabur tanpa sepengetahuannya.


Revolusi tak tertahankan lagi. Rezim yang dipimpinnya tumbang. Ayatullah Khomeini, pemimpin spiritual Iran, menggantikannya. Dan dia menyebut peristiwa itu sebagai Revolusi Islam Iran. Perubahan itu segera mengundang sorotan banyak orang. Sebuah revolusi muncul lantaran didorong semangat keagamaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page