- 23 Jul 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 1 Mar
WAJAHNYA mengguratkan ketakutan. Kakinya gegas melangkah menuju pesawat pribadinya di sebuah bandara di Teheran, Iran. Syah Reza Pahlevi, diktator Iran sejak 1941, hanya ditemani sang istri saat hendak meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979. Orang kepercayaannya lebih dulu mencari selamat. Kabur tanpa sepengetahuannya.
Revolusi tak tertahankan lagi. Rezim yang dipimpinnya tumbang. Ayatullah Khomeini, pemimpin spiritual Iran, menggantikannya. Dan dia menyebut peristiwa itu sebagai Revolusi Islam Iran. Perubahan itu segera mengundang sorotan banyak orang. Sebuah revolusi muncul lantaran didorong semangat keagamaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












