top of page

Tanding Sengit Bulan Sabit vs Palu Arit

Persaingan partai Islam dengan partai komunis pada Pemilu 1955. Kesumat lama yang merembet dari panggung elite sampai ke akar rumput. Berakhir tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KH Isa Anshary sebagai pembicara utama Partai Masyumi dalam kampanye Pemilu 1955. (Repro Jusuf Wibisono: Karang di Tengah Gelombang).

4 Apr 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

SEBUAH perhelatan besar tandingan digelar Masyumi untuk menandingi rapat umum PKI di Malang. Massa Masyumi yang datang dari Surabaya dan Malang membaur bersama ribuan anggota PKI yang menunggu kehadiran Ketua CC PKI D.N. Aidit dan Eric Aarons, wakil Partai Komunis Australia yang juga didaulat berpidato.


Pertemuan yang dihelat di alun-alun Malang pada 28 April 1954 itu sudah panas sejak mula. Selembar spanduk membentang tak jauh dari podium: “Kutuk teror perampok Masjumi-BKOI”. Spanduk itu merespons demonstrasi Masyumi-BKOI di Jakarta pada 28 Februari 1954 yang berakhir rusuh dan mengakibatkan tewasnya perwira TNI Kapten Supartha Widjaja. Bagi PKI, demonstrasi itu teror, buat Masyumi spanduk itu fitnah. BKOI adalah Badan Koordinasi Organisasi Islam.


Emosi massa Masyumi makin terbakar ketika kritik meluncur dari mulut Aidit: “Nabi Muhammad Saw bukanlah milik Masjumi sendiri, iman Islamnya jauh lebih baik daripada Masjumi. Memilih Masjumi sama dengan mendoakan agar seluruh dunia masuk neraka. Masuk Masjumi itu haram sedangkan masuk PKI itu halal,” kata Aidit langsung disambut teriakan, “dusta… tidak benar… ingat Madiun,” ujar para pemuda Masyumi seperti dikutip dari Abadi, 17 Mei 1954.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page