top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Tang-Ting-Tung Sejarah Mesin Hitung

Berhitung tak pernah lepas dari keseharian manusia. Ini sejarah perkembangan mesin hitung.

29 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sharp PC-1210. (Wikimedia Commons).

Diperbarui: 1 Jan

MULANYA manusia menggunakan jari tangan dan kaki sebagai alat hitung. Lalu, untuk melengkapi variabel penjumlahan dan pengurangan, manusia menyertakan batu, kerang, dan benda lainnya.


Seiring kebutuhan perhitungan yang kian kompleks, teknologi alat hitung pun diciptakan. Ia terus mengalami perkembangan, dari segi fungsi hingga kemudahan dalam penggunaannya.


ERA MANUAL


Abacus

Abacus atau dekak-dekak, menjadi alat hitung pertama ciptaan manusia. Orang Indonesia mengenalnya dengan nama sempoa. Sekira 2000 SM, bangsa Sumeria sudah menggunakan alat ini untuk menghitung hasil bumi, ternak, hingga perdagangan. Namun, beberapa ahli berpendapat alat ini ditemukan bangsa Tiongkok.


Selama berabad-abad abacus digunakan di seluruh belahan dunia untuk pekerjaan aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.


Mistar Hitung

Edmund Gunter (1581-1626), matematikawan asal Inggris, menemukan alat hitung dengan menggunakan skala logaritma tunggal yang dikenal dengan nama mistar hitung (slide rule). Ia menggunakan konsep logaritma yang dikemukakan John Napier, seorang ahli matematika asal Skotlandia. Tidak hanya sebagai alat hitung matematika dasar, mistar hitung juga digunakan untuk kepentingan navigasi, mengkonversi waktu, jarak, kecepatan, suhu, sampai penggunaan bahan bakar.


ERA MEKANIK


Pascaline

Blaise Pascal (1623-1662), matematikawan asal Prancis, memperkenalkan mesin hitung mekanik pada 1642 yang disebut kalkulator Pascal atau Pascaline. Alat ini dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dua angka secara bersamaan serta dapat mengalikan dan membagi secara berulang.


Leibniz Wheel

Gottfried Leibniz (1646-1716), filsuf Jerman, mengembangkan Pascaline menjadi kesatuan alat hitung terpadu dengan nama “Leibniz wheel”. Sayangnya, kalkulator mekanis ini gagal diproduksi.


Arithmometer

Pada 1820, Charles Xavier Thomas de Colmar (1785-1870), penemu Prancis, mematenkan kalkulator mekanik dengan nama Arithmometer. Alat ini dipasarkan di sejumlah negara Eropa dan cukup andal digunakan di kantor-kantor.


Grant

Pada masa kejayaan arithmometer, inovasi kalkulator mekanik berpindah melintasi Atlantik. Sekira tahun 1877, George Barnard Grant (1849-1917) dari Amerika, membuat kalkulator dengan pengembangan fungsi penjumlahan menggunakan pemutar tangan.


Comptometer

Dorr Eugene Felt (1862-1930), inventor Amerika Serikat, memperkenalkan kalkulator dengan tombol tekan sekira tahun 1887.


Curta

Teknologi dan model kalkulator mekanik terus berkembang, hingga tahun 1948 muncul kalkulator Curta sebagai alat hitung yang memenuhi keinginan pasar. Curta, dikembangkan Curt Herzstark (1902-1988), merupakan kalkulator saku pertama di dunia.


ERA ELEKTRONIK


Colossus

Colossus, merupakan alat pemecah kode berbasis elektronik pertama, yang didesain Tommy Flowers (1905- 1998), insinyur dari Inggris, sekira tahun 1944. Collosus hanya menghitung algoritma Bollean, struktur aljabar yang mencakup intisari operasi logika dasar AND, OR, dan NOT.


ENIAC

ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) adalah kalkulator elektronik pertama, yang dikembangkan militer Amerika Serikat selama Perang Dunia II, untuk memecahkan perhitungan sulit. Sekalipun ENIAC dapat menghitung 1000 kali lebih cepat, ukurannya masih super besar. Ketika selesai dibuat pada Februari 1946, tugas pertama ENIAC adalah menghitung konstruksi bom hidrogen.


ANITA

Pada 1961, Control Systems LTD di Inggris memperkenalkan ANITA (A New Inspiration To Arithmetic atau A New Inspiration To Accounting) sebagai kalkulator elektronik meja pertama dengan merek dagang Bell Punch Company. Dalam kurun empat tahun, 10.000 unit dijual ke seluruh dunia. Pesaing pun bermunculan, seperti Friden 130 series pabrikan Amerika Serikat, IME 84 pabrikan Italia, dan Sharp Compet CS10A pabrikan Jepang.


Perottina

Sering disebut sebagai Programma 101. Mesin hitung ini mampu melakukan penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, akar kuadrat, nilai absolut, dan fraksi. Perottina diciptakan Pier Giorgio Perotto (1930-2002) dan diproduksi oleh Olivetti, produsen Italia.


MIKROCHIP


LE-120 Handy

Busicom, sebuah perusahaan Jepang, pada 1970 memperkenalkan LE-120 Handy, kalkulator dengan menggunakan layar LED (light emitting diode) berdaya baterai AA dan dapat ditaruh pada kantung baju.


Elektronoka MK-52

Dikembangkan Rusia pada 1983-1992 sebagai kalkulator cadangan komputer pesawat antariksa Soyuz yang dilengkapi kartu memori penyimpanan program.


HP-41C

Tahun 1979, Hewlett-Packard mengeluarkan HP-41C yang dilengkapi pembaca barcode, kaset mikro, disket, gulungan kertas cetak thermal, dan dapat dikoneksikan dengan alat komunikasi.


VIRTUAL


Sharp PC-1211

Awal 1980, kalkulator saku dan meja telah menggunakan layar LCD. Ia dioperasikan dengan membran silikon, sumber daya panel surya atau baterai kancing, yang semakin awet dipakai. Sharp PC-1210 dan PC-1211 menjadi perintis kalkulator berbasis komputer saku. Keduanya menggunakan papan tuts qwerty, layar LCD dengan 24-digit alfanumerik, dan menggunakan program bahasa BASIC.


Casio fx-7000G

Medio 1985, Casio mengembangkan kalkulator grafik pertama dengan model Casio fx-7000G yang memungkinkan pengguna membuat program aplikasi teknik, sains, dan pendidikan.


TI-81

Era 1990-an fungsi kalkulator semakin kompleks, Texas Instruments mengembangkan TI-81 yang memiliki fungsi gambar 2D dan 3D, fungsi pembaca suhu, ramalan cuaca, koneksitas WiFi, hingga layar monitor yang memudahkan pengguna saat mengajar atau presentasi.


BellSouth/IBM Simon Personal Communicator

Akhirnya, fungsi kalkulator melekat pada alat elektronik lainnya seperti telepon genggam, PDA, hingga tablet. Terobosan ini dimulai tahun 1993 oleh IBM dengan merek BellSouth/IBM Simon Personal Communicator, yang kemudian diikuti produsen besar lainnya seperti Nokia, Ericsson, Blackberry, dan Apple.*


Majalah Historia Nomor 26, Tahun III, 2015

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page