top of page

Tulisan dan Media Tulis

Penemuan tulisan merupakan salah satu pencapaian terbesar manusia. Ini asal-usul tulisan dan media untuk menulis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Bogor dengan prasasti batu tulis karya Johannes Rach (1720-1783).

  • 14 Mei 2024
  • 4 menit membaca

SEBELUM manusia mengenal tulisan, bahasa lisan mendominasi komunikasi manusia. Tak ada yang tahu seperti apa bahasa yang digunakan lantaran tak ada jejaknya. Beberapa cara berkomunikasi lainnya adalah dengan menggambar di bebatuan dan dinding gua. 


Penemuan tulisan pada 5000 SM menjadi salah satu pencapaian terbesar akal budi manusia. Bangsa Sumeria (huruf paku) dan Mesir (hieroglif) dianggap sebagai peletak tonggak pertama sistem tulisan. Pada 3000 SM, alfabet kuna muncul di Kanaan, Palestina, yang kelak berevolusi menjadi alfabet modern.  


Secara perlahan, penemuan ini mengubah cara manusia berkomunikasi, mengirimkan pesan, atau mengungkapkan perasaan dan gagasannya. 



Batu


Tulisan butuh media untuk mewujud. Batu menjadi media paling purba yang digunakan untuk menulis. Orang Mesir dan Sumeria memahatkan tulisan di atas batu dengan tulang-tulang binatang. Namun, tak diketahui jenis batu dan tulang binatang yang kerap digunakan. 


Prasasti


Ketika Raja Hammurabi (1955–1912 SM) menginginkan terwujudnya masyarakat yang beradab, dia menyusun hukum tertulis. Dia menyuruh abdinya menuliskannya pada sebuah batu lonjong. Agar orang membacanya, batu ini ditaruh di tengah kota. Batu seperti ini dikenal dengan prasasti. Raja-raja di Nusantara pun membuat prasasti ketika membuat keputusan atau memperingati perstiwa penting. 



Piramida


Lazim ditemukan pada kurun Mesir Kuno, peti raja ditulisi hieroglif. Isinya kebanyakan riwayat singkat raja yang wafat. Ada juga sebentuk pemujaan kepada raja. Makam raja dibuat megah, dikenal dengan piramida. Terbuat dari batu yang tersusun sedemikian rupa, beberapa bagian di dalamnya termaktub keterangan mengenai riwayat panjang sang raja. 


Lempung


Selain batu, media tulis lain yang kerap digunakan adalah lempung. Dalam A History of Writing, Roger Fischer menyatakan penggunaan lempung dikenal sejak 100 ribu tahun silam. Namun, bukan untuk tulisan, melainkan gambar. Barulah setelah tulisan ditemukan, lempung dipakai sebagai media tulis, misalnya oleh bangsa Sumeria sejak 3000 SM. Serupa batu, lempung diwujudkan dalam berbagai bentuk untuk ditulisi.



Tembereng


Biasa disebut juga tembikar. Alat ini biasa dipakai sebagai perkakas rumah tangga. Bentuknya menyerupai pot. Sebelum tulisan ditemukan, beberapa gambar termaktub di berbagai sisinya. Di zaman tulisan ditemukan, gambar itu diganti dengan tulisan singkat. 


Logam


Penggunaan logam sebagai media tulis banyak tersua di beberapa negeri kuno seperti Sumeria, Mesir, dan Yunani. Logam yang ditulisi biasa digunakan untuk alat tukar dan stempel raja. Jenis logam yang dipakai antara lain emas, perunggu, dan tembaga. 



Papirus


Penggunaan papirus dimulai tak lama setelah bangsa Mesir menemukan tulisan. Nama media tulis ini diambil dari tanaman air yang tumbuh di sekitar lembah Sungai Nil. Berawal dari papirus, buku tertua mewujud kali pertama pada 2700 SM. Papirus lebih mudah dibawa sehingga segera populer. Mesir pun menjualnya ke beberapa negeri lain. Kelak, istilah paper diambil dari kata papirus. 


Perkamen


Mesir memonopoli papirus sehingga harganya melonjak. Kulit hewan menyusui segera menjadi alternatif. Perkamen diambil dari sebuah kota di bawah imperium Yunani, Pergamon atau Pergamos. Meski perkamen pertama tak berasal dari sana, sejak abad ke-1 kota itu termashyur sebagai penghasil perkamen berkualitas tinggi. Di Timur Tengah, perkamen jamak digunakan pada abad ke-6 seiring kemunculan agama Islam. Beberapa ucapan Nabi Muhammad ditulis pada kulit biri-biri atau domba. Di Eropa, penggunaan perkamen bersaing dengan papirus.

 


Kertas Bambu


Memasuki kurun masehi, penemuan baru kembali terjadi. Di Tiongkok, Tsai Lun mencoba mengubah bambu menjadi media tulis pada 101 M. Kertas bambu menyebar hingga ke Jepang dan Korea. Teknik pembuatan kertas ini baru diketahui ketika orang Arab datang ke Tiongkok pada abad ke-7. Setelah itu, terbit banyak buku di jazirah Arab. 


Sutera


Siapa menyangka pernah ada buku terbuat dari kain sutera? Ternyata di Tiongkok kain sutera pernah digunakan sebagai media tulis, bahkan hingga mewujud buku pada abad ke-9. Namun, buku sutera tak pernah diperdagangkan secara luas. Selain harganya mahal, pencetakan buku ini hanya ditujukan untuk kalangan kerajaan. 



Blok Kayu


Kayu mulai dipakai sebagai media tulis pada abad ke-8. Untuk menulis di atas kayu, orang menggunakan alat cetak yang juga terbuat dari kayu. Ketika tercetak, huruf itu tampak timbul. Cetakan blok kayu dari Jepang yang berisi ajaran Buddha dianggap sebagai blok kayu tertua. Di Tiongkok, cetakan kayu digunakan untuk menyebarkan tinta pada kertas sehingga terciptalah buku tercetak kali pertama pada 868. 


Katun dan Linen


Memasuki abad ke-12, perkamen berangsur digantikan kertas yang terbuat dari katun dan linen. Ini lazim terjadi di Eropa, terutama di gereja. Rohaniawan menulis dan mengawetkan kitab-kitab suci melalui media ini meski perkamen diyakini jauh lebih tahan lama ketimbang katun dan linen. 



Lontar dan Nipah


Untuk menulis kakawin, para pujangga Nusantara memilih lontar dan nipah sebagai medianya. Secara umum, ada tiga jenis daun lontar yang digunakan: lontarus domestica, lontarus silvestris, dan lontarus silvestris altera. Jenis pertama jamak dipakai karena daunnya paling lunak. Tak diketahui sejak kapan daun lontar digunakan, tapi lontar tertua bertarikh tahun 1334. Sementara naskah nipah tertua bertarikh tahun 1518. Kini disimpan di Museum Nasional. 


Kertas Kayu


Kebutuhan katun dan linen meningkat seiring meledaknya pencetakan buku. Harga katun dan linen meningkat sedangkan persediannya menipis. Orang kemudian berpikir mengenai bahan lain yang lebih murah dan mudah. Mulai abad ke-19, kayu dihaluskan untuk dibuat menjadi kertas. Teknik ini cepat berkembang hingga ke Amerika dan mengubah tampilan koran-koran di Amerika. Penggunaan kayu terus bertahan sampai memasuki abad ke-21. Tentu dengan perkembangan teknologi cetak kertas yang semakin maju. 



Komputer


Sejak diperkenalkan ke khalayak pada 1963, komputer menarik perhatian orang. Alat ini tidak saja mampu mengolah data, tapi juga dapat membantu orang menulis. Orang kemudian berpikir bisa membaca dan menulis buku tanpa kertas. Gagasan ini berjejak pada Alan Kay, seorang mahasiswa pascasarjana Amerika Serikat, pada awal 1960-an. 40 tahun kemudian, teknologi komputer berkembang pesat. Dan melalui alat seperti Personal Digital Asisstant, komputer pribadi, dan laptop, manusia makin memiliki banyak pilihan media tulis. Kertas memang belum tergantikan, tapi penggunaannya makin terbatas. 


Revolusi Mesin Cetak


Penerbitan buku secara besar-besaran telah dimulai di Eropa sejak abad ke-13. Kala itu, Andalusia menjadi pusat penerbitan buku terbesar di Eropa. Tak syak, diperlukan banyak katun dan linen untuk membuat buku. Selain itu, para penerbit mendorong terciptanya sebuah alat yang mampu memotong proses cetak buku, namun tetap bisa memproduksi banyak buku. Alat cetak itu tercipta pada abad ke-15. Johan Guttenberg, penemunya, menggunakan alat itu untuk mencetak Injil. Tak perlu menunggu lama, pencetakan buku pun segera meledak setelah itu.* 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gerakan Pramuka pernah punya andil dalam menggiatkan pembangunan melalui transmigrasi. Namun, Transmigrasi Pramuka dinilai kurang tepat dan gagal.
bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Dilema kalangan medis terhadap proses penularan membuat penderita lepra harus menghadapi isolasi berlapis dari pemerintah hingga masyarakat.
Dilema kalangan medis terhadap proses penularan membuat penderita lepra harus menghadapi isolasi berlapis dari pemerintah hingga masyarakat.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Perdana Menteri Piet de Jong menugaskan Komisi Kerajaan Sejarah Nasional Belanda untuk melakukan penelitian kejahatan perang Belanda di Indonesia.
Perdana Menteri Piet de Jong menugaskan Komisi Kerajaan Sejarah Nasional Belanda untuk melakukan penelitian kejahatan perang Belanda di Indonesia.
transparant.png
bottom of page