- 19 Sep 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 31 Jan
PUKUL enam pagi, dua jam sebelum acara dimulai, massa sudah memadati gedung Permufakatan Nasional di Gang Kenari, Jakarta. Mereka hendak mendengarkan pidato Sukarno, ketua umum Partai Nasional Indonesia (PNI), yang saat itu sudah tersohor sebagai singa podium. Gedung itu milik Muhammad Husni Thamrin, tokoh nasionalis dari Betawi yang banyak menyokong perjuangan PNI.
PNI menggunakan gedung tersebut untuk berbagai kegiatan seperti rapat umum partai, rapat pengurus, kegiatan administratif, termasuk redaksi surat kabar partai, Persatuan Indonesia. Setiap rapat umum biasanya gedung dihiasi lambang PNI dan spanduk-spanduk yang membakar semangat rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












