- 7 Agu 2025
- 3 menit membaca
WAKTU Indonesia menyatakan diri merdeka pada 17 Agustus 1945, Haji Kiagoos Abdul Ghany Azis amatlah senang. Sebagai orang yang urusan perut dan periuknya tak terikat dengan pemerintah kolonial, pilihannya adalah Republik Indonesia.
Sebagai orang yang punya jatidiri, Ghany Azis amat memperhatikan harga diri. Maka dirinya tak bisa ikut-ikutan “fomo” (Fear of Missing Out) jadi tentara seperti kebanyakan orang. Dia masih tetap ingin menjadi dirinya sendiri: pedagang.
“Saya tidak mau mengumpulkan pemuda untuk membentuk pasukan, lalu mengangkat diri sebagai mayor, seperti beberapa orang yang saya kenal, tetapi kemudian malah aktif menjadi tukang catut,” tegas Haji Kiagoos Abdul Ghany Azis dalam Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1983-1984.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















