top of page

14 Oktober 1921

1921
Letnan Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Imam Santoso, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, adalah salah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 - 1971. Hoegeng juga merupakan salah satu penandatangan Petisi 50. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Bahayangkara di Mamuju dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso.

14 Oktober 1928

1928
Rapat di Semarang, setelah PNI cabang Semarang didirikan, di mana Ir. Sukarno mengobarkan semangat rakyat pendengarnya dengan mengemukakan keburukan dan penghisapan yang dilakukan oleh kolonial imperialisme.

14 Oktober 1945

1945
Pertempuran lima hari di Semarang mulai, ketika kurang lebih 400 veteran Angkatan Laut Jepang yang pernah bertempur di Solomon akan dipekerjakan mengubah pabrik gula Cipiring sebelah barat Semarang menjadipabrik senjata.

14 Oktober 1965

1965
Presiden Sukarno menetapkan Soeharto berpangkat mayor jenderal, sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat (Menpangad), dan dilantik dua hari kemudian. Soeharto, setelah dilantik sebagai Menpangad, lalu mengeluarkan pengumuman resmi kepada jajaran Angkatan Darat bahwa Partai Komunis Indonesia sebagai pelaku gerakan G30S.

14 Oktober 1606

1606
Lahirnya Joan Maetsuycker seorang Gubernur-Jendral Hindia Belanda ke 12. Ia diangkat sebagai konsul kehormatan untuk Hindia Belanda dan membuat ketetapan hukum serta peraturan untuk pendudukan Batavia yang dikeal dengan Bataviasche Statuten.

14 Oktober 1928

1928
Lahirnya Karel Satsuit Tubun seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan korban dari G30S karena menjadi pengawal dirumah Dr.Leimena yang tetanggaan dengan Jendral A.H Nasutio. Sehingga ketika proses penyekapan para pengawal Dr.Leimena, ia menjadi salah satu korban yang tertembak.

14 Oktober 1928

1928
Rapat di Semarang, setelah PNI cabang Semarang didirikan, di mana Ir. Sukarno mengobarkan semangat rakyat pendengarnya dengan mengemukakan keburukan dan penghisapan yang dilakukan oleh kolonial imperialisme.

14 Oktober 1965

1965
Green, selaku duta besar Amerika untuk Indonesia mengirim telegram kepada Kementrian Luar Negeri sebagai jawaban atas pertanyaan tentang AD. Namun ia menyatakan bahwa semua yang dilakukan AD bersifat hati-hati atau rahasia, sehngga luar negeri tidak bisa membuktikan adanya keterlibatan Amerika dengan AD yang menggempur komunis.
loading
bottom of page