top of page

26 Oktober 1667

1667
Pasukan VOC berhasil memukul mundur laskar Makassar hingga mendekati Benteng Somba Opu, istana Sultan Hassanudin, bahkan pasukan yang dipimpin Cornelis Speelman sudah sampai di depan pintu benteng. Gowa mengalami kekalahan dalam peperangan. Speelman dan Arung Palakka merasa bahwa inilah saat untuk menawarkan perundingan kepada Sultan Hasanuddin.

26 Oktober 1897

1897
Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa lahir di Garut, adalah Bupati Garut ke-6 yang menjabat dari tahun 1929-1944. Moesa Soeria Kartalegawa mempelopori pendirian Partai Rakyat Pasundan (PRP) pada tahun 1946 dan Negara Pasundan pada tahun 1947.

26 Oktober 1907

1907
Perang rakyat Kolbano terhadap Belanda meletus, bagi Belanda sebab utama dari perlawanan itu adalah terbunuhnya 19 serdadu dan beberapa orang sipil Belanda oleh Boi Kapitan dan anak buahnya.

26 Oktober 1945

1945
Gubernur R.M.T.A. Soerjo baru saja menandatangani kesepakatan dengan Brigadir A.W.S. Mallaby. Pertemuan yang terbilang sukses itu melahirkan empat kesepakatan: 1. Pihak Inggris (baca:Sekutu) mengakui keberadaan Republik Indonesia sebatas distrik Surabaya. 2. Pihak Inggris tidak akan membawa masuk pasukan Belanda dan tidak ada pasukan Belanda yang disusupkan pada pasukan Inggris yang mendarat di Surabaya. 3. Pasukan Inggris hanya dibolehkan berada pada radius 800 meter dari pelabuhan. 4. Untuk memperlancar komunikasi antara pihak Inggris dengan Republik dalam keseharian, maka dibentuk Biro Kontak beranggotakan perwakilan dari kedua belah pihak.

26 Oktober 1965

1965
Melalui Surat Keputusan Gubernur Kepada Daerah Provinsi Jawa Barat No. 149/X/B.IV/HUK/PENG/65, Mashudi memberhentikan sementara waktu delapan anggota PKI yang duduk dalam DPRD-GR. Mereka adalah Suharna Affandi, Abbas Usman, Akhmad Suganda, Enok Rokhayati, Mustofa, Cece Suryadi, Sukra Prawira Sentana, dan Suhlan Sujana.

26 Oktober 1948

1948
Dilaksanakannya pembahasan mengenai pengkondisian pasukan penyusup dan pembahasan taktik untuk melawan pasukan Negara Pasundan dan DI/TII.

26 Oktober 1957

1957
Puluhan pejuang kemerdekaan se-Karesidenan Bogor berkumpul di rumah Bupati Bogor untuk menyepakati gedung di Jalan Cikeumeuh sebagai Museum Perjoangan.

26 Oktober 1966

1966
Adanya pertemuan yang dipimpin oleh Komandan Korem utuk upaya dalam pembersihan PKI. Dalam pertemuan ini mengubah jumlah wakil dari kedua golongan yakni 27 dari Golongan Politik dan 21 dari Golongan Karya.
loading
bottom of page