top of page
29 Oktober 1962
Sukarjo Wiryopranoto memperoleh gelar pahlawan nasional RI. Pada tahun 1931 Sukarjo menjadi anggota Volksraad bersama dr. Sutomo, ia mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Kemudia tahun 1936, pindah ke Partai Indonesia Raya (Parindra). Seteleh kemerdekaan, Sukarjo pernah menduduki jabatan Duta Besar Indonesia Republik Indonesia di Vatikan, Duta Besar Luar Biasa di Italia.
30 Oktober 1945
Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby atau juga dikenal dengan Brigadir Jenderal Mallaby meninggal di Surabaya, Indonesia, brigadir jenderal Britania yang tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya dan memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November. komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan ± 6.000 pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI).
30 Oktober 1946
Jenderal Aung San, kepala pemerintahan sementara Burma, mengirim kawat kepada Presiden Sukarno dan Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Isi surat tersebut adalah permintaan kerjasama antara Burma dan Indonesia. Aung San juga memohon supaya delegasi dari Indonesia yang akan berangkat ke Konferensi Pan Asia di New Delhi bersedia singgah ke Burma. Undangan Aung San ditepati. Sekembali dari India, Sjahrir dan rombongan singgah di Rangoon, Burma. Namun dia tidak bertemu dengan Jenderal Aung San, melainkan bertemu dengan Perdana Menteri U Nu.
30 Oktober 1962
Jaksa menuntut KH Muhammad Wahib Wahab sepuluh tahun penjara dan membayar denda Rp15 juta. Menurut jaksa, terdakwa terbukti melakukan transaksi gelap Rp2,9 juta dan ditukar dengan dolar Malaya 11.600 dengan kurs gelap 1.250. Di Singapura terdakwa juga mempunyai: 3 buah mobil sedan Prince, 1 sedan Pontiac, 1 sedan Mercedez Benz, dan sebuah skuter; 1 buah sedan Mazda dihadiahkan kepada kenalannya Miss Melly Kho.
30 Oktober 1967
Pemerintahan Orde Baru segera mengeluarkan kebijakan untuk membekukan hubungan bilateral di antara kedua negara. Hal itu cukup berdampak pada masyarakat Tionghoa di dalam negeri. Ada beberapa peraturan pemerintah yang mengatur orang Tionghoa di Indonesia, salah satunya Instruksi Presiden No.14 Tahun 1967 tentang perayaan masyarakat Tionghoa.
22 Oktober 1950
Keluarnya Surat Kepercayaan Gelanggang sebagai pernyataan sikap dari beberapa sastrawan Indonesia yang menginginkan untuk menjaga kebudayaan Indonesia diantaranya Asrul Sani dan Rivai Apin. Sehingga revolusi harus mempunyai nilai baru yang bisa menjadi kebudayaan rayat dengan sifatnya sendiri.
22 Oktober 1945
Adanya pembentukan Badan Perhubungn dan tugasnya mengurusi hubungan dengan Staf Brigadir Jenderal N Mac Donalnd, Komandan Brigade Infanteri India ke 37 yang menjadi penguasa tertinggi di Bandung. Melalui badan ini, Inggris meminta Indonesia sepakat mengumpulkan seluruh persenjataan untuk diserahakan kepadanya namun ditolak dengan semangat revolusi.
23 Oktober 1771
Berdiri kesultanan Qadriyah di Kalimantan Barat. Kesultanan ini didirikan oleh keluarga campuran antara Arab, Melayu, Bugis dan Dayak. Kehidupan pemerintahan kesultanan ini hanya berlangsung relatif singkat, 179 tahun, dan hanya diperintah oleh 8 generasi sultan dan dinasti Al-Qadrie, sejak kelahirannya 1771 sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945. Pendiri kesultanan ini adalah Syarif Abdurrahman Al-Qadrie, putera Sayyed Hussein Al-Qadrie, atau Habib Hussein Al-Qadrie.
23 Oktober 1930
Soegoro Atmoprasodjo lahir di Yogyakarta. Dia aktif dalam Taman Siswa bentukan Ki Hadjar Dewantara dan aktivis Partai Indonesia (Partindo). Pada 1935, dia dibuang ke Digul, Tanah Merah, Papua, dengan tuduhan terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia terhadap Belanda pada 1926/1927 di Jawa Tengah.
23 Oktober 1871
Meninggalnya Jan Jacob Rochussen, Gubernur Jendral Hindia Belanda ke 49. Ia pernah mengirim ekspedisi ke Bali, Palembang, Bangka, Sulawesi Selatan, dan lainnya. Ia juga yang meresmikan pembukaan tambang batu bara di wilayah Kesultanan Banjar yang dinamakan Tambang Batu Bara Oranje Nassau.
24 Oktober 1908
R. Katjasungkana lahir di Pamekasan, Madura. Dia anak dari pasangan R. Sosrodanukusumo dan Siti Rusuli. Sosrodanukusumo, wedana di Sampang dan Bangkalan, merupakan lulusan terbaik Sekolah Pegawai Pangreh Praja (Mosvia) di Probolinggo, pendiri Sarikat Islam di Sampang, serta aktivis koperasi garam rakyat yang berjuang agar harga garam tak ditentukan sewenang-wenang oleh Belanda.
24 Oktober 1909
Hari lahir insinyur Sedyatmo. Ia adalah penemu kontruksi cakar ayam yang digunakan dalam bangunan-bangunan tinggi. Sedyatmo menyelesaikan pendidikan dari tingkat Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan MULO di Solo, lalu ke AMS di Yogyakarta, kemudian mengambil jurusan Teknik Sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).
25 Oktober 1944
Kyai Zainal Mustafa ditembak mati oleh Jepang. Ia memimpin para santrinya di pondok pesantren Sukamanah, menghadapi serangan pihak jepang. Peristiwa itu dipicu oleh kedatangan empat opsir Jepang ke pondok sehari sebelumnya untuk membawa Kyai Zainal menghadap pemerintah Jepang di Tasikmalaya.
26 Oktober 1667
Pasukan VOC berhasil memukul mundur laskar Makassar hingga mendekati Benteng Somba Opu, istana Sultan Hassanudin, bahkan pasukan yang dipimpin Cornelis Speelman sudah sampai di depan pintu benteng. Gowa mengalami kekalahan dalam peperangan. Speelman dan Arung Palakka merasa bahwa inilah saat untuk menawarkan perundingan kepada Sultan Hasanuddin.
26 Oktober 1945
Gubernur R.M.T.A. Soerjo baru saja menandatangani kesepakatan dengan Brigadir A.W.S. Mallaby. Pertemuan yang terbilang sukses itu melahirkan empat kesepakatan: 1. Pihak Inggris (baca:Sekutu) mengakui keberadaan Republik Indonesia sebatas distrik Surabaya. 2. Pihak Inggris tidak akan membawa masuk pasukan Belanda dan tidak ada pasukan Belanda yang disusupkan pada pasukan Inggris yang mendarat di Surabaya. 3. Pasukan Inggris hanya dibolehkan berada pada radius 800 meter dari pelabuhan. 4. Untuk memperlancar komunikasi antara pihak Inggris dengan Republik dalam keseharian, maka dibentuk Biro Kontak beranggotakan perwakilan dari kedua belah pihak.
26 Oktober 1965
Melalui Surat Keputusan Gubernur Kepada Daerah Provinsi Jawa Barat No. 149/X/B.IV/HUK/PENG/65, Mashudi memberhentikan sementara waktu delapan anggota PKI yang duduk dalam DPRD-GR. Mereka adalah Suharna Affandi, Abbas Usman, Akhmad Suganda, Enok Rokhayati, Mustofa, Cece Suryadi, Sukra Prawira Sentana, dan Suhlan Sujana.
27 Oktober 1898
Cornelia Hendrika Razoux Schultz-Metzer lahir di Duisburg, Jerman menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Arnhem. Dia mengenyam pendidikan di Kweekschool untuk menjadi guru. Keputusan Pemerintah Kolonial untuk mengangkat Cornelia sebagai anggota Dewan Rakyat memancing protes para perempuan Indonesia. Para perempuan menginginkan seorang wakil perempuan Indonesia di Volksraad. Tapi alih-alih memilih perempuan Indonesia, pemerintah Belanda menunjuk seorang perempuan Belanda yang aktif di organisasi perempuan sayap IEV.
27 Oktober 1946
Konperensi gubernur dan residen seluruh Jawa dan Madura berlangsung di tempat kediaman Presiden Sukarno hari ini di Yogyakarta. Konperensi membicarakan masalah kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan pihak swasta.a setelah mendarat di Surabaya, dan menyerbu penjara Republik untuk membebaskan perwira-perwira Sekutu dan pegawai RAPWI (Relief of Allied Prisoners of War and Internees) yang ditawan Republik.
27 Oktober 1988
Pemerintah mengeluarkan Paket Kebijaksanaan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88) yang menjadi titik balik dari berbagai kebijaksanaan penertiban perbankan 1971-1972. Salah satu fundamental dalam dalam Pakto 88 adalah perijinan untuk bank devisa yang hanya mensyaratkan tingkat kesehatan dan aset bank telah mencapai minimal Rp. 100 juta.
28 Oktober 1940
Dalam rapat pleno Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) juga menghimpun berbagai organisasi dan partai Islam untuk mengajukan mosi kepada pemerintah. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) menyatakan dukungannya atas langkah-langkah MIAI. Pemerintah akhirnya memperhatikan tuntutan MIAI dan GAPI.
17 Oktober 1829
Tercapai kesepakatan untuk berdamai antara Sentot Alibasyah Prawiradirja dengan pemimpin serdadu Belanda sehingga Sentot menghentikan peperangan. Sentot Alibasyah (Pasha 'yang tinggi') menjadi panglima di pasukan Diponegoro waktu masih berumur 17 tahun. Ia adalah keturunan bupati Madiun.
17 Oktober 1952
Sejak jam empat subuh militer mengamankan tempat-tempat strategis: kantor RRI, gedung DPRS-MPRS, dan stasiun-stasiun keretapi. Pukul delapan pagi, kerumuman massa menjalar; mereka diangkut dari pabrik-pabrik di luar kota, sisanya dari Jakarta dikelola jagoan-jagoan Betawi. Tentara mengorganisir demonstrasi itu, dengan dukungan tank dan artileri, bergerak ke istana presiden, menuntut pembubaran parlemen.
17 Oktober 1968
Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Tohir bin Mandar meninggal di Singapura, pada umur 25 tahun adalah salah satu dari dua anggota KKO Korps Komando; kini disebut Korps Marinir Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Usman, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965.
18 Oktober 1806
Sebuah kapal Inggris muncul di pelabuhan Batavia, Kapal perang ini merompak sebuah perahu layar dan perahu fregat. Setelah kejatuhan Tanjung Harapan, Inggris berupaya untuk memblokade Pulau Jawa , yang merupakan langkah awal sebelum merealisasikan rencana besarnya , yakni menguasai Pulau Jawa.
18 Oktober 1909
Badan pengurus Boedi Oetomo mengajukan anggaran dasar kepada pemerintah kolonial. Awal Oktober 1909, Boedi Oetomo menyelenggrakan konggres untuk menentukan arah perjuangan organisasi. Konggres itu berjalan alot, kaum tua seperti Wahidin Sudirohusodo dan Radjiman Wedyodiningrat menghendaki pendidikan untuk kaum priyayi, sementara kaum muda seperti Tjipto Mangunkusumo dan Soetomo justru menghendaki pendidikan bagi seluruh rakyat.
18 Oktober 1945
Inggris mengumumkan agar orang-orang Indonesia menyerahkan senjatanya. Tuntutan itu dijawab dengan giatnya pembentukan laskar-laskar di Medan dan sekitarnya, seperti Berastagi dan Pematang Siantar. Anggota laskar bahkan mencari senjata yang dibuang Jepang ke dasar laut, dekat pelabuhan Belawan.
18 Oktober 1947
Van Mook mengeluarkan dekrit pengakuan DIST dan menetapkannya sebagai Dewan Sementara Sumatra Timur. Republik mengecam pembentukan NST, menyebut para pemimpinnya sebagai “boneka” Belanda. Untuk menghalau propaganda Republik, NST membuat suratkabar Mestika dan majalah Medan Buletin. Program utama NST dalam sektor ekonomi adalah pemulihan kembali perkebunan dan hak istimewa penduduk asli atas tanah.
19 Oktober 1945
Pukul 07.45 pagi, di pelabuhan Semarang telah berlabuh kapal HMS Glenroy yang mengangkut tentara Sekutu, yaitu pasukan Inggris dari brigade ke-37 yang diantaranya terdiri dari prajurit Gurkha. Tak beberapa lama, sekitar pukul 08.00. Wongsonegoro membacakan isi persetujuan penghentian tembak menembak antara pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan tentara Jepang.
19 Oktober 1987
Dua rangkaian kereta api bertabrakan di Bintaro, Tangerang, sekarang masuk Provinsi Banten. Lokomotif dan gerbong pertama masing-masing kereta hancur-lebur. Ratusan penumpang tewas mengenaskan. Suara tabrakan terdengar hingga beberapa belas meter. Kecelakaan kereta terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Kecelakaan ini terjadi Senin pagi, sekira jam tujuh. Waktu padat penumpang untuk Kereta api (KA) 225 trayek Rangkasbitung—Jakarta Kota. Kereta ini mengangkut 1.887 penumpang.
19 Oktober 1945
Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapat instruksi penting dari Jakarta untuk membiarkan lewat serangkaian kereta api memuat 90 Kaigun (Angkatan Laut Jepang) yang akan melintasi Stasiun Bekasi. Namun saat tiba, rakyat dan pejuang Bekasi langsung melakukan pengepungan hingga terjadi penembakan yang akhirnya saling serbu.

bottom of page


