top of page
loading_historia_white.gif

Login Pengguna

Silahkan login untuk dapat mengakses fitur lebih banyak!

14 April 1915

1915
Isaak Pattiwael lahir di Meulaboh, Aceh. Pemain sepakbola klub Batavia dan Jong Ambon ini ikut main dalam Piala Dunia 1938 di Prancis.

14 April 1873

1873
Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler, panglima pasukan Belanda, tewas tertembak sniper Aceh di depan Masjid Raya Banda Aceh.

10 April 1815

1815
Gunung Tambora di Sumbawa meletus dengan dahsyat, mengubur dua kerajaan, dan menurunkan suhu global sehingga disebut tahun tanpa musim panas.

10 April 1947

1947
Misi diplomatik Indonesia yang dipimpin Haji Agus Salim tiba di bandara Kairo, Mesir.

6 April 1903

1903
Soedarsono lahir di Purbalingga. Bapak Polairud yang terlibat Kudeta 3 Juli.

29 Oktober 1948

1948
Mr. Mohammad Rum menyatakan bahwa perundingan dengan Belanda mungkin akan dilanjutkan bulan depan, dan akan mendatangkan kepastian.

29 Oktober 1962

1962
Sukarjo Wiryopranoto memperoleh gelar pahlawan nasional RI. Pada tahun 1931 Sukarjo menjadi anggota Volksraad bersama dr. Sutomo, ia mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Kemudia tahun 1936, pindah ke Partai Indonesia Raya (Parindra). Seteleh kemerdekaan, Sukarjo pernah menduduki jabatan Duta Besar Indonesia Republik Indonesia di Vatikan, Duta Besar Luar Biasa di Italia.

29 Oktober 1965

1965
Kongres Wanita Indonesia (Kowani), payung organisasi-organisasi perempuan seluruh Indonesia, mengeluarkan Gerwani sebagai anggota.

29 Oktober 1975

1975
Presiden Suharto menerima surat kepercayaan dari Chile melalui duta besarnya. Surat itu berisikan adanya hubungan diplomatik antara Indonesia-CHile.

30 Oktober 1927

1927
Ketika pengawas M. A. Monsjou tiba, bersama dengan rombongan ketujuh interni, di Tanah Merah untuk menggantikan Kapten Becking sebagai penguasa Digoel, pihak pemegang wewenang atau administratur, penduduk kamp tercatat 930 terdiri 538 interni dan 382 anggota keluarga.

30 Oktober 1945

1945
Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby atau juga dikenal dengan Brigadir Jenderal Mallaby meninggal di Surabaya, Indonesia, brigadir jenderal Britania yang tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya dan memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November. komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan ± 6.000 pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI).

30 Oktober 1946

1946
Jenderal Aung San, kepala pemerintahan sementara Burma, mengirim kawat kepada Presiden Sukarno dan Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Isi surat tersebut adalah permintaan kerjasama antara Burma dan Indonesia. Aung San juga memohon supaya delegasi dari Indonesia yang akan berangkat ke Konferensi Pan Asia di New Delhi bersedia singgah ke Burma. Undangan Aung San ditepati. Sekembali dari India, Sjahrir dan rombongan singgah di Rangoon, Burma. Namun dia tidak bertemu dengan Jenderal Aung San, melainkan bertemu dengan Perdana Menteri U Nu.

30 Oktober 1962

1962
Jaksa menuntut KH Muhammad Wahib Wahab sepuluh tahun penjara dan membayar denda Rp15 juta. Menurut jaksa, terdakwa terbukti melakukan transaksi gelap Rp2,9 juta dan ditukar dengan dolar Malaya 11.600 dengan kurs gelap 1.250. Di Singapura terdakwa juga mempunyai: 3 buah mobil sedan Prince, 1 sedan Pontiac, 1 sedan Mercedez Benz, dan sebuah skuter; 1 buah sedan Mazda dihadiahkan kepada kenalannya Miss Melly Kho.

30 Oktober 1967

1967
Pemerintahan Orde Baru segera mengeluarkan kebijakan untuk membekukan hubungan bilateral di antara kedua negara. Hal itu cukup berdampak pada masyarakat Tionghoa di dalam negeri. Ada beberapa peraturan pemerintah yang mengatur orang Tionghoa di Indonesia, salah satunya Instruksi Presiden No.14 Tahun 1967 tentang perayaan masyarakat Tionghoa.

30 Oktober 1946

1946
Beredar pertama kalinya uang Republik Indonesia dalam bentuk kertas. Dengan demikian pula, telah diresmikan bahwa uang Jepang dan Javasche Bank tidak berlaku lagi.

30 Oktober 1918

1918
Terjadinya arak-arakan keliling kota Kudus yang akhirnya memicu kerusuhan terhadap kelompoj Tionghoa disana.

22 Oktober 1947

1947
Perang India dan Pakistan terkait Kashmir akhirnya terjadi untuk kali pertama. Menilik V.P. Malik dalam Kargil from Surprise to Victory, Perang Indo-Pakistani I itu membawa korban 1.104 jiwa di pihak India dan 6.000 di pihak Pakistan.

22 Oktober 1948

1948
Sebuah kereta api logistik milik militer Belanda yang tengah bergerak dari Bandung menuju Jakarta tetiba terguling di kawasan Bendul. Sejumlah penumpang tewas seketika dan puluhan lainya mengalami luka-luka.

22 Oktober 1583

1583
Lahirnya Laurens Reael, kepala VOC di Jakarta. Ia juga merupakan seorang penyair dan seniman dari Belanda.

22 Oktober 1950

1950
Keluarnya Surat Kepercayaan Gelanggang sebagai pernyataan sikap dari beberapa sastrawan Indonesia yang menginginkan untuk menjaga kebudayaan Indonesia diantaranya Asrul Sani dan Rivai Apin. Sehingga revolusi harus mempunyai nilai baru yang bisa menjadi kebudayaan rayat dengan sifatnya sendiri.

22 Oktober 1945

1945
Adanya pembentukan Badan Perhubungn dan tugasnya mengurusi hubungan dengan Staf Brigadir Jenderal N Mac Donalnd, Komandan Brigade Infanteri India ke 37 yang menjadi penguasa tertinggi di Bandung. Melalui badan ini, Inggris meminta Indonesia sepakat mengumpulkan seluruh persenjataan untuk diserahakan kepadanya namun ditolak dengan semangat revolusi.

22 Oktober 1946

1946
Berlangsungnya perundingan antara Indonesia dan Belandfa di Jakarta untuk mencari titik temu dalam penyelesaian masalah kedua negara. Namun gagal dan dilanjutkan pada perundingan Linggarjati di Cirebon.

23 Oktober 1771

1771
Berdiri kesultanan Qadriyah di Kalimantan Barat. Kesultanan ini didirikan oleh keluarga campuran antara Arab, Melayu, Bugis dan Dayak. Kehidupan pemerintahan kesultanan ini hanya berlangsung relatif singkat, 179 tahun, dan hanya diperintah oleh 8 generasi sultan dan dinasti Al-Qadrie, sejak kelahirannya 1771 sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945. Pendiri kesultanan ini adalah Syarif Abdurrahman Al-Qadrie, putera Sayyed Hussein Al-Qadrie, atau Habib Hussein Al-Qadrie.

23 Oktober 1830

1830
Sultan Abdul Rahman mengadakan perjanjian dengan Belanda untuk merealisir hasil Traktat London 1824, isinya merupakan pengakuan Sultan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi adalah Pemerintahan Hindia Belanda.

23 Oktober 1856

1856
Layanan telekomunikasi pertama di Hindia Belanda mulai beroperasi di Batavia.

23 Oktober 1930

1930
Soegoro Atmoprasodjo lahir di Yogyakarta. Dia aktif dalam Taman Siswa bentukan Ki Hadjar Dewantara dan aktivis Partai Indonesia (Partindo). Pada 1935, dia dibuang ke Digul, Tanah Merah, Papua, dengan tuduhan terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia terhadap Belanda pada 1926/1927 di Jawa Tengah.

23 Oktober 1948

1948
Letnan Kolonel Yusuf Bakri, salah seorang pemimpin pembantaian di Tirtomoyo, tertangkap dan dibunuh di Wonogiri.

23 Oktober 1938

1938
Didirikannya Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) oleh Sudjojono dan Agus Djaja. Hal ini karena persatuan seniman Belanda mengadakan pameran lukisan untuk seniman Indonesia, sehingga seniman Indonesia juga mau memamerkan karyanya.

23 Oktober 1871

1871
Meninggalnya Jan Jacob Rochussen, Gubernur Jendral Hindia Belanda ke 49. Ia pernah mengirim ekspedisi ke Bali, Palembang, Bangka, Sulawesi Selatan, dan lainnya. Ia juga yang meresmikan pembukaan tambang batu bara di wilayah Kesultanan Banjar yang dinamakan Tambang Batu Bara Oranje Nassau.

23 Oktober 1947

1947
Suami Sofia, pemain drama Indonesia diculik dan dibunuh secara kejam oleh Lasykar Sabilillah, sebuah unit bagian dari kelompok DI/TII. Sejak itulah ia harus berjuang untuk mneghidupi anak-anaknya dan keluar dari dunia ketenarannya.

24 Oktober 1908

1908
R. Katjasungkana lahir di Pamekasan, Madura. Dia anak dari pasangan R. Sosrodanukusumo dan Siti Rusuli. Sosrodanukusumo, wedana di Sampang dan Bangkalan, merupakan lulusan terbaik Sekolah Pegawai Pangreh Praja (Mosvia) di Probolinggo, pendiri Sarikat Islam di Sampang, serta aktivis koperasi garam rakyat yang berjuang agar harga garam tak ditentukan sewenang-wenang oleh Belanda.

24 Oktober 1909

1909
Hari lahir insinyur Sedyatmo. Ia adalah penemu kontruksi cakar ayam yang digunakan dalam bangunan-bangunan tinggi. Sedyatmo menyelesaikan pendidikan dari tingkat Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan MULO di Solo, lalu ke AMS di Yogyakarta, kemudian mengambil jurusan Teknik Sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB).

24 Oktober 1924

1924
Sebuah bandar udara yang dibangun disebuah dataran dekat Kupang menjadi terkenal ketika 'Uiver', pesawat Belanda KLM DC-2 yang sedang dicoba menerbangi jalur niaga dari London ke Sydney mendarat di situ untuk mengisi bahan bakar.

24 Oktober 1949

1949
Melalui sebuah panitia yang beranggotakan Ir. Djuanda (wakil RI), Mr. Indrakusuma (wakil BFO) dan Hirschfeld (wakil Belanda), membuat perjanjian bahwa RIS akan mengambil alih pijaman-pinjaman Hindia Belanda yang semuanya berjumlah 4.300 juta gulden.

24 Oktober 1910

1910
Meninggalnya Cut Nyak Meutia, pahlwaan kemerdekaan Indonesia dari Aceh Utara. Ia dan pasukannya terus melakukan perlawanan dengan menyerang dan merampas pos kolonial di wilaya Gayo yang melewati hutan.

24 Oktober 1973

1973
Hadirnya petisi kepada pemerintah orde baru dari mahasiswa dalam bentuk kekecewaaan. Petisi ini dipicu karena adanya penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah dan korupsi yang besar.

24 Oktober 1996

1996
Presiden Soeharto menerima Direktur CIA, John Mark Deutch di Istana Merdeka untuk pembahasan perkembangan Indonesia.

25 Oktober 1825

1825
Putranya Syekh Al-Ansari yang juga dikenal bernama Ahmad juga merupakan kelompok dekat pangeran di Tegalrejo sebelum Perang Jawa dan tewas mempertahankan markas Diponegoro di Selarong.

25 Oktober 1837

1837
Belanda menangkap Tuanku Imam Bonjol dan mengasingkannya ke Cianjur (Jawa Barat). Ia lalu dipindahkan ke Ambon (Maluku), terus ke Manado (Sulawesi Utara) sampai wafat.

25 Oktober 1944

1944
Kyai Zainal Mustafa ditembak mati oleh Jepang. Ia memimpin para santrinya di pondok pesantren Sukamanah, menghadapi serangan pihak jepang. Peristiwa itu dipicu oleh kedatangan empat opsir Jepang ke pondok sehari sebelumnya untuk membawa Kyai Zainal menghadap pemerintah Jepang di Tasikmalaya.

25 Oktober 1945

1945
Pasukan Sekutu (Inggris) di bawah Brigjen AWS Mallaby mendarat di Surabaya. Dia kecewa dengan keputusan para petinggi Sekutu terhadap rakyat Surabaya.

25 Oktober 1982

1982
Mr. Kasman Singodimedjo meninggal di Jakarta, adalah Jaksa Agung Indonesia periode 1945 sampai 1946 dan juga mantan Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II. Selain itu ia juga adalah Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang menjadi cikal bakal dari DPR.

26 Oktober 1667

1667
Pasukan VOC berhasil memukul mundur laskar Makassar hingga mendekati Benteng Somba Opu, istana Sultan Hassanudin, bahkan pasukan yang dipimpin Cornelis Speelman sudah sampai di depan pintu benteng. Gowa mengalami kekalahan dalam peperangan. Speelman dan Arung Palakka merasa bahwa inilah saat untuk menawarkan perundingan kepada Sultan Hasanuddin.

26 Oktober 1897

1897
Raden Adipati Aria Moehammad Moesa Soeria Kartalegawa lahir di Garut, adalah Bupati Garut ke-6 yang menjabat dari tahun 1929-1944. Moesa Soeria Kartalegawa mempelopori pendirian Partai Rakyat Pasundan (PRP) pada tahun 1946 dan Negara Pasundan pada tahun 1947.

26 Oktober 1907

1907
Perang rakyat Kolbano terhadap Belanda meletus, bagi Belanda sebab utama dari perlawanan itu adalah terbunuhnya 19 serdadu dan beberapa orang sipil Belanda oleh Boi Kapitan dan anak buahnya.

26 Oktober 1945

1945
Gubernur R.M.T.A. Soerjo baru saja menandatangani kesepakatan dengan Brigadir A.W.S. Mallaby. Pertemuan yang terbilang sukses itu melahirkan empat kesepakatan: 1. Pihak Inggris (baca:Sekutu) mengakui keberadaan Republik Indonesia sebatas distrik Surabaya. 2. Pihak Inggris tidak akan membawa masuk pasukan Belanda dan tidak ada pasukan Belanda yang disusupkan pada pasukan Inggris yang mendarat di Surabaya. 3. Pasukan Inggris hanya dibolehkan berada pada radius 800 meter dari pelabuhan. 4. Untuk memperlancar komunikasi antara pihak Inggris dengan Republik dalam keseharian, maka dibentuk Biro Kontak beranggotakan perwakilan dari kedua belah pihak.

26 Oktober 1965

1965
Melalui Surat Keputusan Gubernur Kepada Daerah Provinsi Jawa Barat No. 149/X/B.IV/HUK/PENG/65, Mashudi memberhentikan sementara waktu delapan anggota PKI yang duduk dalam DPRD-GR. Mereka adalah Suharna Affandi, Abbas Usman, Akhmad Suganda, Enok Rokhayati, Mustofa, Cece Suryadi, Sukra Prawira Sentana, dan Suhlan Sujana.

26 Oktober 1948

1948
Dilaksanakannya pembahasan mengenai pengkondisian pasukan penyusup dan pembahasan taktik untuk melawan pasukan Negara Pasundan dan DI/TII.

26 Oktober 1957

1957
Puluhan pejuang kemerdekaan se-Karesidenan Bogor berkumpul di rumah Bupati Bogor untuk menyepakati gedung di Jalan Cikeumeuh sebagai Museum Perjoangan.

26 Oktober 1966

1966
Adanya pertemuan yang dipimpin oleh Komandan Korem utuk upaya dalam pembersihan PKI. Dalam pertemuan ini mengubah jumlah wakil dari kedua golongan yakni 27 dari Golongan Politik dan 21 dari Golongan Karya.

27 Oktober 1898

1898
Cornelia Hendrika Razoux Schultz-Metzer lahir di Duisburg, Jerman menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Arnhem. Dia mengenyam pendidikan di Kweekschool untuk menjadi guru. Keputusan Pemerintah Kolonial untuk mengangkat Cornelia sebagai anggota Dewan Rakyat memancing protes para perempuan Indonesia. Para perempuan menginginkan seorang wakil perempuan Indonesia di Volksraad. Tapi alih-alih memilih perempuan Indonesia, pemerintah Belanda menunjuk seorang perempuan Belanda yang aktif di organisasi perempuan sayap IEV.

27 Oktober 1945

1945
Pihak Sekutu mengabaikan uluran tangan Pemerintah dan rakyat Indonesia setelah mendarat di Surabaya, dan menyerbu penjara Republik untuk membebaskan perwira-perwira Sekutu dan pegawai RAPWI (Relief of Allied Prisoners of War and Internees) yang ditawan Republik.

27 Oktober 1946

1946
Konperensi gubernur dan residen seluruh Jawa dan Madura berlangsung di tempat kediaman Presiden Sukarno hari ini di Yogyakarta. Konperensi membicarakan masalah kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan pihak swasta.a setelah mendarat di Surabaya, dan menyerbu penjara Republik untuk membebaskan perwira-perwira Sekutu dan pegawai RAPWI (Relief of Allied Prisoners of War and Internees) yang ditawan Republik.

27 Oktober 1962

1962
Kantor berita “ PIA ” menyiarkan hari ini konferensi Partai Nahdatul Ulama ( NU ) se - Kalimantan Selatan meminta kepada Presiden Sukarno supaya mengubah status Keadaan Darurat Militer menjadi Keadaan Darurat Sipil di Kalsel.

27 Oktober 1988

1988
Pemerintah mengeluarkan Paket Kebijaksanaan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88) yang menjadi titik balik dari berbagai kebijaksanaan penertiban perbankan 1971-1972. Salah satu fundamental dalam dalam Pakto 88 adalah perijinan untuk bank devisa yang hanya mensyaratkan tingkat kesehatan dan aset bank telah mencapai minimal Rp. 100 juta.

27 Oktober 1928

1928
Dibukanya Kongres Pemuda II di Jakarta yang mempertemukan berbagai organisasi pemuda di seluruh Hindia Belanda. Dari kongres ini melahirkan Sumpah Pemuda.

27 Oktober 1991

1991
Indonesia secara resmi melepaskan kekuasaan Timor Timur kepada pemerintahan transisi PBB. Sehingga kini wilayah tersebut bukan lagi bagian dari provinsi Indonesia.

28 Oktober 1928

1928
Kongres Pemuda kedua di Batavia melahirkan Sumpah Pemuda yang menyatakan bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

28 Oktober 1940

1940
Dalam rapat pleno Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) juga menghimpun berbagai organisasi dan partai Islam untuk mengajukan mosi kepada pemerintah. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) menyatakan dukungannya atas langkah-langkah MIAI. Pemerintah akhirnya memperhatikan tuntutan MIAI dan GAPI.

28 Oktober 1945

1945
Pos-pos Sekutu di Surabaya diserang rakyat Indonesia. Brigade Mallaby nyaris binasa, seandainya pemimpin-pemimpin Indonesia tidak segera memerintahkan penghentian tembak-menembak.

28 Oktober 1946

1946
Menteri Muda Keuangan Mr. Lukman Hakim dan Ir. Sitompul dari Pusat Jabatan Pekerjaan Umum tiba di Medan dengan pesawat Sekutu dari Palembang. Di lapangan tembak mereka disambut oleh Mr. Mohd. Jusuf.

28 Oktober 1971

1971
Sidang pertama DPR hasil Pemilu pertama di era Orde Baru. Sidang ini dipimpin oleh anggota parlemen tertua dibantu anggota parlemen termuda, yaitu K.H. Bisri Sjamsuri (84 tahun) dari Partai NU dan Anak Agung Oka Mahendra (25 tahun) dari Golkar.

28 Oktober 1890

1890
Didirikannya Museum Radya Pustaka masa pemerintaha Pakubuwono IX di Surakarta. Gedung ini merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar yang berisikan koleksi wayang kulit, buku kuno, dan arca.

28 Oktober 1924

1924
Dibukanya Rechtschoogeschool te Batavia di Batavia. Ini merupakan perguruan tinggi hukum pertama yang didirikan oleh Gubernur Jenderal J.B van heutsz. Saat ini menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

29 Oktober 1945

1945
Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Penerangan Mr. Amir Sjarifuddin mendarat di Surabaya atas permintaan Sekutu. Mereka disertai beberapa perwira Inggris dan wartawan-wartawan luar negeri.

29 Oktober 1946

1946
Tepat jam 24.00 mulai berlaku uang Republik Indonesia sebagai alat pembayaran yan sah di Jawa dan Madura. Dengan demikian uang yang berlalu sebelumnya tidak lagi berlaku.

16 Oktober 1829

1829
Sentot, panglima perang dari pihak DIponegoro menyerah kepada Belanda. Alasannya karena kondisi perekonomian yang memburuk akibat perang yang tak kunung usai.

16 Oktober 1905

1905
Didirikannya Sarekat Dagang Islam oleh Samanhudi. Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi para pengusaha batik di Surakarta. Organisasi ini merupakan organisasi pertama yang lahir dari Indonesia untuk menentang politik kekuasaan Belanda.

16 Oktober 1914

1914
Lahirnya Wikana, pahlawan revolusi Indonesia. Ia lahir dari keluarga priyai, namun semangatnya sangat tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah.

16 Oktober 1916

1916
Daerah Ngagel yang terletak di tepi Kali Surabaya ini dibeli oleh Gemeente, untuk dijadikan daerah industri baru di Surabaya.

16 Oktober 1917

1917
Pemilihan umum Volksraad Hindia Belanda diadakan di Hindia Belanda. Hasil dari pemilihan ini memberikan kemenangan kepada Perkumpulan Pembebasan Hindia Belanda yang mengalahkan Partai Etika Kristen Protestan dan Partai Katolik Hindia.

16 Oktober 1937

1937
Abdul Rivai adalah dokter pertama bumiputera yang menempuh pendidikan di luar negeri. Meski menempuh pendidikan dokter, ia rajin menulis dan mengantarkannya menjadi jurnalis. Ia pernah mendirikan Pewarta Wolanda, sebuah surat kabar bebahasa melayu yang ia terbitkan di Belanda.

16 Oktober 1945

1945
Sidang lengkap KNIP yang pertama memutuskan untuk mengusulkan kepada Presiden agar KNIP diberi hak legislatif selama MPR dan DPR belum terbentuk.

16 Oktober 1957

1957
Perdana Menteri Djoeanda Kartawidjaja membuat keputusan untuk membentuk Komite Aksi Pembebasan Irian Barat di tiap penjuru Indonesia. Di Jakarta telah berlangsung demonstrasi pemuda yang diikuti oleh 100.000 orang untuk menuntut pembebasan Irian Barat.

16 Oktober 1965

1965
Terjadinya aksi dengan pawai akbar untuk menghancurkan serta membakar Kantor Komiter Daerah Besar PKI di Jalan Pahlawan, Surabaya.

17 Oktober 1829

1829
Tercapai kesepakatan untuk berdamai antara Sentot Alibasyah Prawiradirja dengan pemimpin serdadu Belanda sehingga Sentot menghentikan peperangan. Sentot Alibasyah (Pasha 'yang tinggi') menjadi panglima di pasukan Diponegoro waktu masih berumur 17 tahun. Ia adalah keturunan bupati Madiun.

17 Oktober 1945

1945
Tentara Sekutu mendarat di Bandung dipimpin Jenderal Haw Torn. Pasukan NICA yang membonceng Sekutu berusaha mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia. Secara sepihak Sekutu meminta agar senjata yang dilucuti pasukan TKR dari tentara Jepang diserahkan kepada Sekutu.

17 Oktober 1952

1952
Sejak jam empat subuh militer mengamankan tempat-tempat strategis: kantor RRI, gedung DPRS-MPRS, dan stasiun-stasiun keretapi. Pukul delapan pagi, kerumuman massa menjalar; mereka diangkut dari pabrik-pabrik di luar kota, sisanya dari Jakarta dikelola jagoan-jagoan Betawi. Tentara mengorganisir demonstrasi itu, dengan dukungan tank dan artileri, bergerak ke istana presiden, menuntut pembubaran parlemen.

17 Oktober 1968

1968
Kopral Dua KKO (Anumerta) Harun Tohir bin Mandar meninggal di Singapura, pada umur 25 tahun adalah salah satu dari dua anggota KKO Korps Komando; kini disebut Korps Marinir Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Usman, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965.

17 Oktober 1947

1947
Terjadinya Operasi Lintas Udara Pertama oleh AURI untuk memperjuangkan rakyat di Kalimantan. Usaha ini berhasil menerobos blokade udara Belanda dan berhasil menerjunkan pasukan didaratan Kalimantan dan membantu pasukan gerilaya dalam melawan NICA.

17 Oktober 1951

1951
Lahirnya Prabowo Subianto, politikus dan perwira tinggi dari TNI AD. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

17 Oktober 1952

1952
Terjadinya peristiwa 17 Oktober di Jakarta yang diinisiasi oleh para demonstran untuk membubarkan Parlemen Indonesia akibat korupsi yang meluas dan memburuk di Indonesia.

17 Oktober 1952

1952
Dua buah tank, empat kendaraan berlapis baja, dan ribuan orang menyerbu dan memasuki pintu gerbang Istana Merdeka, kediaman Presiden Sukarno. Mereka berkerumun dan menggelar spanduk yang bertuliskan "Bubarkan Parlemen"!.

17 Oktober 1979

1979
Adanya pertemuan rahasia antara Pangkopkamtib Laksamana Sudomo dengan Partai Golkar. Pada pertemuan ini mengecam gagasan ABRI mesti berpihak pada penguasa jelang Pemilu 1982.

18 Oktober 1806

1806
Sebuah kapal Inggris muncul di pelabuhan Batavia, Kapal perang ini merompak sebuah perahu layar dan perahu fregat. Setelah kejatuhan Tanjung Harapan, Inggris berupaya untuk memblokade Pulau Jawa , yang merupakan langkah awal sebelum merealisasikan rencana besarnya , yakni menguasai Pulau Jawa.

18 Oktober 1909

1909
Badan pengurus Boedi Oetomo mengajukan anggaran dasar kepada pemerintah kolonial. Awal Oktober 1909, Boedi Oetomo menyelenggrakan konggres untuk menentukan arah perjuangan organisasi. Konggres itu berjalan alot, kaum tua seperti Wahidin Sudirohusodo dan Radjiman Wedyodiningrat menghendaki pendidikan untuk kaum priyayi, sementara kaum muda seperti Tjipto Mangunkusumo dan Soetomo justru menghendaki pendidikan bagi seluruh rakyat.

18 Oktober 1945

1945
Inggris mengumumkan agar orang-orang Indonesia menyerahkan senjatanya. Tuntutan itu dijawab dengan giatnya pembentukan laskar-laskar di Medan dan sekitarnya, seperti Berastagi dan Pematang Siantar. Anggota laskar bahkan mencari senjata yang dibuang Jepang ke dasar laut, dekat pelabuhan Belawan.

18 Oktober 1947

1947
Van Mook mengeluarkan dekrit pengakuan DIST dan menetapkannya sebagai Dewan Sementara Sumatra Timur. Republik mengecam pembentukan NST, menyebut para pemimpinnya sebagai “boneka” Belanda. Untuk menghalau propaganda Republik, NST membuat suratkabar Mestika dan majalah Medan Buletin. Program utama NST dalam sektor ekonomi adalah pemulihan kembali perkebunan dan hak istimewa penduduk asli atas tanah.

18 Oktober 1948

1948
Blora jatuh ke tangan pasukan pemerintah yang diwakili oleh Batalyon Kala Hitam dari Divisi Siliwangi. Seperti biasanya, saat pembebasan sebuah kawasan, terdapat sejumlah musuh yang menjadi tawanan. Salah seorang tawanan terlihat bersikap menantang dan seolah tak mau menyerah.

18 Oktober 1653

1653
Kelahiran Abraham van Riebeeck, Gubernur-Jendral Hindia Belanda di Batavia. Ia juga merupakan orang yang memulai perkebunan kopi pertama di Jawa Barat.

18 Oktober 1914

1914
Lahirnya Wikana, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan salah satu yang menculik Sukaro dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok.

18 Oktober 1938

1938
Sukarno meninggalkan Ende dan dipindahkan ke Bengkulu. Ia diasingkan oleh Belanda karena dianggap membahayakan pemerintahan Belanda.

18 Oktober 1964

1964
Oltmans ditelepon Kolonel Sutikno yang menyampaikan Mayjen TNI S.Parman ingin berbicara dengannya. Oltmans bertemu dengan Parman sehingga ini pertemuan yang mendekatkan mereka. Bahkan Parman pernah meminta tolong untuk bertemu dengan Verrips yang diduga merampok uang Bank Indonesia.

19 Oktober 1945

1945
Pukul 07.45 pagi, di pelabuhan Semarang telah berlabuh kapal HMS Glenroy yang mengangkut tentara Sekutu, yaitu pasukan Inggris dari brigade ke-37 yang diantaranya terdiri dari prajurit Gurkha. Tak beberapa lama, sekitar pukul 08.00. Wongsonegoro membacakan isi persetujuan penghentian tembak menembak antara pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan tentara Jepang.

19 Oktober 1948

1948
Rapat presidium Badan Konggres Pemuda Republik Indonesia (BKPRI) memutuskan untuk menskors Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo).

19 Oktober 1987

1987
Dua rangkaian kereta api bertabrakan di Bintaro, Tangerang, sekarang masuk Provinsi Banten. Lokomotif dan gerbong pertama masing-masing kereta hancur-lebur. Ratusan penumpang tewas mengenaskan. Suara tabrakan terdengar hingga beberapa belas meter. Kecelakaan kereta terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Kecelakaan ini terjadi Senin pagi, sekira jam tujuh. Waktu padat penumpang untuk Kereta api (KA) 225 trayek Rangkasbitung—Jakarta Kota. Kereta ini mengangkut 1.887 penumpang.

19 Oktober 1943

1943
Dwidjosewojo meninggal dunia di Yogyakarta. Selama hidup ia giat dalam mengembangkan asuransi untuk anak negeri. Hingga OL Mij Boemipoetera dan Merdika sebagai usaha asuransi mendapat pengakuan badan hukum.

19 Oktober 1945

1945
Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapat instruksi penting dari Jakarta untuk membiarkan lewat serangkaian kereta api memuat 90 Kaigun (Angkatan Laut Jepang) yang akan melintasi Stasiun Bekasi. Namun saat tiba, rakyat dan pejuang Bekasi langsung melakukan pengepungan hingga terjadi penembakan yang akhirnya saling serbu.

19 Oktober 1945

1945
Kaum buruh pelayaran Indonesia melakukan pemogokan dan demonstrasi yang berhasil menahan sebelas kapal Belanda di Pelabuhan New York yang akan mengangkut perlengkapan perang yang diperoleh dari Pemerintah AS.

19 Oktober 1999

1999
Timor Timur resmi lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri. Provinsi ini merupakan provinsi ke-27 Indonesia selama 24 tahun.
loading
bottom of page