top of page

A Music Legend from Batak Land

His works are eternal in the Batak pop repertoire, yet his life as a musical connoisseur is overlooked.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration Nahum Situmorang. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

20 Sep 2022
18 menit membaca

TO welcome the historic Kongres Pemuda II (the Second Youth Congress), the committee held a contest challenging the youth to compose the national anthem. The prize was no less fascinating: the winner's name would be immortalized as the songwriter of Indonesia's national anthem. The competition soon enough became the talk of the town after various newspapers announced it.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page