top of page

Adu Gengsi dengan Hak Tinggi

Sepatu hak tinggi seperti chopines sangat populer di kalangan wanita kaya Eropa. Ketinggian sepatu menunjukkan status sosial dan kekayaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi wanita Eropa memakai sepatu hak tinggi pada abad ke-16. (Museo Stibbert, Florence).

16 Sep
4 menit membaca

SEPATU hak tinggi bukan sekadar alas kaki. Sejarah kemunculannya berkaitan dengan obsesi kaum elite untuk memamerkan kekayaan dan status sosial. Sejak awal abad pertengahan, kaum elite di Eropa mengenakan sepatu berbeda dengan rakyat biasa. Perbedaan itu dapat dilihat dari warna, bahan, dan alas kaki.


Para bangsawan mengenakan sepatu yang terbuat dari kain mewah, seperti sutra, beludru, brokat, dan kulit lembut. Guna memperindah tampilan, alas kaki dihiasi aneka sulaman, manik-manik, dan pewarna, yang menjadi penanda dari kalangan atas karena hanya mereka yang mampu membeli bahan-bahan mahal tersebut. Berbeda dengan kaum elite, para petani dan rakyat biasa mengenakan sepatu yang terbuat dari kulit dengan alas kaki sederhana dari balok kayu yang diukir seperti clogs.


Pada akhir abad pertengahan dan masa pencerahan, kaum elite memiliki lebih banyak pilihan model. Sementara rakyat biasa tetap mengenakan sepatu dengan desain dan bahan sederhana. Di masa inilah, chopines, alas kaki dengan sol setinggi puluhan inci, menarik perhatian para wanita kelas atas yang tergila-gila memamerkan kekayaan dan status sosial di hadapan umum.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Peringatan Presiden Soeharto akan menggebuk politisi sampai jenderal tercetus dari atas pesawat. Bikin geger begitu mendarat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
transparant.png
bottom of page