top of page

Agen OSS yang Memihak Indonesia

Agen OSS, pendahulu CIA, ini memihak Indonesia. Berbeda dengan konsul jenderal Amerika Serikat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kepala OSS, Jenderal William J. Donovan memeriksa anggota OSS di Bethesda, Maryland, tahun 1945. (Wikimedia Commons).

26 Jan 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 8 Jun

SETELAH Jepang menyerah, Amerika Serikat mengirimkan petugas OSS (Office of Strategic Services) ke Indonesia di bawah Mayor Frederick E. Crockett. Dia mendarat di Jakarta bersama pasukan Sekutu pada 15 September 1945. Dia memimpin Operasi ICEBERG yang bertujuan untuk memulangkan tawanan perang Amerika Serikat dan membangun stasiun intelijen di Indonesia.


Dalam Operasi ICEBERG, Crockett dibantu beberapa agen, di antaranya Jane Foster, Mayor Robert A. Koke, dan Letnan Richard K. Stuart. Crockett hanya bertugas sebentar. Pada 10 Oktober 1945, dia meninggalkan Jakarta ke Singapura, dan akhirnya kembali ke Amerika Serikat. Dia digantikan oleh Robert A. Koke sebagai kepala stasiun OSS mulai 2 Desember 1945.


Dalam menjalankan tugasnya, Koke yang pernah tinggal di Bali sebelum perang, bersama Stuart, mewawancarai Sukarno dan para pejabat pemerintahannya. Mereka juga bertemu Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page