top of page

Air Mata Bung Karno Meleleh di Aceh

Di hadapan pemimpin Aceh, Sukarno pernah berjanji memberi kebebasan kepada rakyat tanah rencong itu untuk menjalankan syariat Islam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno dan Tengku Muhammad Daud Beureuh.

  • 9 Okt 2015
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 17 Jun

SEBAGAI upaya untuk memperkuat perlawanan terhadap Belanda, pada Juni 1948, Presiden Sukarno melakukan muhibah ke Aceh. Di ranah rencong tersebut, Sukarno disambut gempita oleh rakyat Aceh dan didapuk sebagai pemimpin oleh para tokoh setempat. Dalam sebuah pertemuan dengan Tengku Daud Beureuh, Sukarno berharap agar tokoh terkemuka Aceh itu mengajak rakyatnya dalam perjuangan melawan Belanda.


Daud Beureuh menyambut ajakan Sukarno dengan senang hati. Dia menyatakan sanggup memenuhi permintaan tersebut asal perang dikobarkan adalah perang sabil, perang untuk menegakkan agama Allah. “Sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu, maka kami berarti mati syahid,” ujar Daud Beureuh dalam Kisah Kembalinya Tengku Muhammad Daud Beureueh ke Pangkuan Republik Indonesia karya M. Nur El Ibrahimy.


Sukarno mengiyakan permintaan Daud Beureuh. Dia mengajukan permohonan kedua bahwa apabila perang telah selesai, rakyat Aceh diberikan kebebasan menjalankan syariat Islam. Permintaan ini juga dikabulkan oleh Sukarno. “Hal itu tak usah Kakak (panggilan akrab Sukarno kepada Daud Beureuh) khawatir, sebab 90% rakyat Indonesia beragama Islam,” kata Sukarno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama. Sepanjang hidupnya berkutat dengan urusan diplomasi dan hubungan luar negeri.
bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
Bertabur jump scare yang memacu adrenalin, film besutan sutradara kembar Australia ini menyajikan drama historis nan apik.
Bertabur jump scare yang memacu adrenalin, film besutan sutradara kembar Australia ini menyajikan drama historis nan apik.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Potret risiko budak yang melawan. Menuntut pengembalian hak-haknya, sekelompok budak divonis hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup.
Potret risiko budak yang melawan. Menuntut pengembalian hak-haknya, sekelompok budak divonis hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup.
transparant.png
bottom of page