top of page

Ahmad Subardjo Menteri Urusan Diplomasi


Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai menteri luar negeri pertama. Sepanjang hidupnya berkutat dengan urusan diplomasi dan hubungan luar negeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menteri Luar Negeri Ahmad Subardjo (kiri) berbincang dengan Presiden Sukarno. (Dok. Keluarga Ahmad Subardjo).

28 Agu
9 menit membaca

RUMAH besar bergaya arsitektur kolonial di Jl. Cikini 82, Jakarta Pusat kerap menjadi tempat resepsi pernikahan dengan nuansa estetis. Rumah itu juga disewakan untuk pameran hingga pertunjukan seni dan budaya. Sejak tahun 2024, rumah itu memang telah difungsikan sebagai ruang publik komersial.


Namun, tak banyak orang tahu, rumah itu menyimpan memori sejarah berdirinya Republik Indonesia. Di rumah itulah Kementerian Luar Negeri Indonesia mula-mula menjalankan tugasnya. Pemiliknya adalah Ahmad Subardjo, menteri luar negeri pertama. Demi kepentingan negara, dia menjadikan rumahnya sebagai kantor departemen luar negeri.


Lhaksmi Pujiwati Insia, putri sulung Ahmad Subardjo kelahiran 23 Juni 1936, masih ingat masa-masa di Cikini 82 ketika ayahnya bertugas sebagai menteri luar negeri. Sebagai anak menteri, keluarganya hidup biasa-biasa saja tanpa perlakuan khusus atau privilese dari negara. Meski demikian, keluarga mendukung sepenuhnya usaha Ahmad Subardjo sebagai abdi negara tanpa pamrih. Apalagi, saat itu masih dalam suasana genting perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page