top of page

Krakatau Tak Pernah Selesai

Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rawa Gribig mengering pada September 2023. Galian paritan memperlihatkan endapan tsunami Krakatau 1883 di bagian atas (warna kehijauan) di atas endapan lumpur mangrove (warna hitam) yang ada di bawahnya. Bongkah-bongkah koral tersebar di tengah rawa yang mengering di latar belakang. (Dok. Eko Yulianto).

  • 24 menit yang lalu
  • 6 menit membaca

KETIKA Gunung Krakatau meletus hebat pada 27 Agustus 1883, laut datang menerjang dengan kekuatan yang sulit dibayangkan manusia. Jejak amukannya kini masih tertinggal di Rawa Gribig, Tanjung Lesung.


Jauh dari garis pantai, di tengah rawa dan hutan bakau, ratusan bongkah koral berserakan. Ukurannya pun luar biasa, dengan beberapa bongkah hampir mencapai lima meter. Di bawah lumpurnya tersimpan endapan pasir tsunami setebal hingga setengah meter dan batuapung dari letusan gunung. Ratusan bongkah koral itu menjadi semacam monumen alam bagi bencana besar yang telah berlalu lebih dari satu abad.


Tetapi semakin lama melihat Krakatau, semakin terasa bahwa 1883 bukanlah titik akhir. Krakatau bukan sekadar gunung yang meletus pada Agustus 1883. Ia adalah sistem gunungapi yang berulang kali mengubah lanskap Selat Sunda. Sebagian jejaknya tersimpan dalam naskah, sebagian dalam tanah dan dasar laut, sebagian lagi dalam ingatan manusia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memperingati Krakatau bukan semata-mata mengenang 1883. Kita perlu membaca kembali lanskap yang masih hidup.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
transparant.png
bottom of page