- 30 Okt 2025
- 11 menit membaca
DI RUMAH tahanannya dalam kompleks blok Amal, Rumah Tahanan Militer Nirbaya, Soebandrio mempersilakan wartawan berkunjung untuk meliput dirinya. Saat itu, Soebandrio belum lama tinggal di Nirbaya, usai Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) menjatuhi vonis hukuman mati. Sejak persidangannya di Mahmilub pada akhir 1966, Soebandrio kerap menjadi buruan pemberitaan para kuli tinta.
Tak seperti tahanan kebanyakan, Soebandrio acap mengumbar senyum ramah kepada awak media. Dia mengajak wartawan ke setiap sudut kamar tahanannya. Nirbaya sendiri bukan seperti penjara bagi tahanan kriminal. Soebandrio menempati paviliun berukuran 8,5 x 7 meter lengkap dengan kamar mandi di dalamnya.
“Cukup luas buat saya. Saya merasa sangat senang di sini,” kata Soebandrio dalam majalah Selecta, No. 312, 1967.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















