Diperbarui: 8 Sep
KEMARAHAN rakyat Prancis yang berujung pada gejolak revolusi tak hanya mengarah kepada Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette. Sejumlah bangsawan lain yang memiliki hubungan dekat dengan pasangan itu juga turut menjadi sasaran massa, salah satunya adalah Putri de Lamballe, teman dan pelayan yang setia kepada Marie Antoinette.
Putri de Lamballe lahir di Turin, 8 September 1749, dengan nama Marie Thérèse de Savoie-Carignan, putri Pangeran Louis-Victor de Savoie-Carignan. Dia menikah dengan Louis-Alexandre-Stanislas de Bourbon, Pangeran de Lamballe, putra tunggal bangsawan Duc de Penthièvre. Keduanya masih belia saat pernikahan digelar pada 1767, Pangeran de Lamballe berusia 20 tahun, sedangkan sang pengantin wanita baru akan menginjak umur 18. Nahas, pernikahan ini tak berlangsung lama karena Pangeran de Lamballe meninggal dunia.
Antonia Fraser dalam Marie Antoinette: The Journey menyebut pernikahan dengan Pangeran de Lamballe nantinya akan mempengaruhi kedudukan sang putri di Istana Versailles. “Dalam kasus Putri de Lamballe, peringkatnya di istana berasal dari pernikahannya dengan keluarga pangeran yang sah, bukan berdasar pada kelahirannya. Menikah lagi dengan orang yang pangkatnya lebih rendah mungkin akan mengorbankan pangkatnya sendiri,” tulis Fraser.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















