top of page

Aksi Ma Lin di Negeri Tiongkok

Henk Sneevliet pergi ke Tiongkok membawa misi membantu pengembangan Partai Komunis Tiongkok. Ia mengusulkan agar membangun kekuatan revolusioner dengan taktik yang sama seperti di Hindia Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Henk Sneevliet (kedua dari kiri) hadir di Kongres PKT I di Shanghai tahun 1921. (Adhitya Maheswara/Historia.ID).

  • 9 Okt 2023
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

PADA musim gugur 1920, Henk Sneevliet bertolak dari Belanda ke Tiongkok di bawah nama samaran Maring. Berbekal sangu 4000 pounds dan surat tugas sebagai perwakilan Executive Committee of the Communist International (ECCI) di Timur, dia membawa dua misi: membantu pengembangan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan menjajaki kemungkinan kerja sama antara PKT dengan nasionalis Kuomintang. 


Dalam perjalanannya, Sneevliet singgah di Singapura pada Mei 1921 untuk menemui Adolf Baars dan Darsono, kawan seiring membangun gerakan komunis di Hindia Belanda. Mereka dibuang oleh pemerintah kolonial dan sedang dalam perjalanannya menuju Moskow untuk menghadiri kongres Komintern ketiga. Ketiganya melanjutkan perjalanan bersama dan berpisah setibanya di Shanghai awal Juni 1921. Baars dan Darsono ke Moskow, sedangkan Sneevliet tetap tinggal di Shanghai. 


Di kota pelabuhan itu Sneevliet tetap menyembuyikan identitasnya dengan nama Ma Lin (ejaan Tiongkok untuk Maring) dan keberadaannya hanya diketahui sedikit kalangan. “Tidak ada orang yang mengetahui dia pergi ke Tiongkok. Apabila diketahui, dia dapat diusir dengan segera. Pertemuannya dengan tokoh-tokoh komunis Tiongkok diadakan di lokasi rahasia,” kata Marien van der Heijden, peneliti International Institute for Social History, Amsterdam, Belanda, seperti dikutip rnw.nl, 29 Juli 2009.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Darmini dan Harsono hingga usia lanjut turut berpartisipasi dalam aksi dan solidaritas menentang penindasan oleh penguasa di Indonesia, Filipina, dan berbagai negara lainnya.
Darmini dan Harsono hingga usia lanjut turut berpartisipasi dalam aksi dan solidaritas menentang penindasan oleh penguasa di Indonesia, Filipina, dan berbagai negara lainnya.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
transparant.png
bottom of page