- 29 Okt 2025
- 7 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
LELUHUR keluarga Lapré datang ke Nusantara di zaman Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Seabad setelah kebangkrutan VOC, masih ada keluarga Lapré di Jawa. Biasanya orang Eropa seperti mereka kawin dengan sesama orang Eropa. Seperti Dietert Brugma Lapré, yang –kelahiran Bogor, 3 April 1891– mengawini Sara Henriette van der Zeep –kelahiran Jakarta, 11 November 1891.
Pasangan Dietert Brugma Lapré-SaraHenriette punya tiga anak: Fernande Lapré, Paul Dietert dan Sjoerd Albert. Mereka sekeluarga tinggal di Batavia (kini Jakarta). “Saya dibesarkan sebagai orang Belanda. Di sekolah di Batavia, kami belajar tentang semua tempat di Belanda; hingga Roodeschool,” terang Sjoerd Albert Lapré, yang lahir di Batavia pada 1 Maret 1920.
Setelah lulus SMA, Sjoerd mencoba untuk jadi pegawai perusahaan. Itu kenapa dia ikut sebuah kursus di perusahaan komunikasi milik negara, Post Telegraaf en Telefoondienst (PTT) –belakangan, asetnya terpecah menjadi Pos Indonesia dan Telkom. Namun, jalannya menjadi pegawai tidaklah lancar karena Perang Dunia II (1939-1945) meletus.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












